Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Besok, Pembunuhan Aiptu Jakamal Digelar di Polres Pelabuhan Belawan

Tim Redaksi: Senin, 24 Juli 2017 | 16:59 WIB


Alm Aiptu Jakamal Tarigan


Sebanyak 4 tersangka pembunuh Aiptu Jakamal akan melakukan rekontruksi di Mapolres Pelabuhan Belawan.

Ke 4 tersangka yang akan melakukan rekontruksi adalah, Faigi Zaro Zega (51), Ayu Giawa (40), Joni Hartono Zebua alias Tena (49) dan Maroli Gule (36).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yayang Rizki, Senin (23/7) mengatakan, rekontruksi pembunuhan oknum polisi yang bertugas di Sat Narkoba Polresta Medan akan digelar di Mapolres Pelabuhan Belawan.

Rekontruksi tidak dilakukan di lokasi, mengingat situasi keamanan yang tidak memungkinkan. "Besok (Selasa (24/7)) akan kita gelar rekonnya, tapi dilaksanakan di polres," kata Yayang.

Dijelaskan Yayang, ke 4 tersangka akan memperagakan peran mereka masing - masing yang akan disaksikan pihak dari kejaksaan maupun kuasa hukum tersangka. "Untuk pengamanan di polres, ada sebanyak 50 personel disiagakan untuk mengamankan proses rekontruksi," jelas Yayang.

Disinggung, apakah ada tersangka lain dari 4 tersangka yang menjalani rekontruksi, perwira berpangkat tiga balok emas ini mengaku, pihaknya sebelumnya menangkap 6 tersangka.

Namun, 2 tersangka, ‎Soza Nola Lembu dan Lisman Giawa yang merupakan pelaku utama telah tewas ditembak karena mencoba melarikan diri saat ditangkap. "Tidak ada tersangka lain lagi, yang jelas besok ke 4 tersangka yang akan melakukan rekontruksi," jelas Yayang.

Sekedar mengingatkan, Peristiwa pengeroyokan dan penikaman dialami Aiptu Jakamal Tarigan terjadi ‎di Jalan Serbaguna, Pasar 4, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, Jumat (2/6) malam lalu.

Kasus pengeroyokan dan penikaman dialami polisi yang bertugas di Sat Narkoba Polresta Medan dipicu persoalan keributan antar warga yang terjadi di tempat tinggalnya.

Awalnya, ‎salah satu warga yang menetap di lahan garapan ditabrak salah satu pengendara, tabrakan itu mengundang kemarahan warga Gang Damar dengan mendatangi warga Jalan Serbaguna ujung.

Akibatnya, warga yang mayoritas bersuku Nias ‎terlibat keributan dengan warga Jalan Serbaguna ujung, keributan itu dapat diredam.

Ternyata, berselang sekitar 10 menit, tiba - tiba warga mayoritas bersuku Nias berkisar belasan orang dengan kondisi dipengaruhi minuman keras kembali mendatangi ‎warga Jalan Serbaguna ujung.

Kedatangan warga penghuni di lahan garapan dengan membawa senjata tajam berupa kelewang dan celurit kembali menantang warga, kondisi keributan kembali memanas.

Keributan itu membuat kedua warga kembali emosi, ‎sebagai personel polisi, Jakamal terpanggil untuk melerai keributan itu. Oknum polisi yang sudah mengabdi selama 20 tahun itu meminta kepada warga Jalan Serbaguna untuk menahan diri dan masuk ke rumah masing - masing.

Tak disangka, gerombolan pemuda dari suku Nias malah menyerang Jakamal. Melihat amukan warga itu, Jakamal mengeluarkan pistol memberikan tembakan tiga kali ke udara.

Namun, warga suku Nias yang sudah dipengaruhi minuman keras tidak menghiraukan tembakan itu, mereka menyerang Jakamal dengan menusuk bagian leher, dada, perut dan paha dengan 12 tusukan hingga tewas. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait