Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Antisipasi Terorisme, Irjen Rycko Akan Bekali Personil Dengan Senjata Api

Tim Redaksi: Kamis, 06 Juli 2017 | 15:21 WIB


Antisipasi Terorisme, Irjen Rycko Akan Bekali Personil Dengan Senjata Api




Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel akan melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) menggantikan Irjen Pol Anas Yusuf sebagai Gubernur Akpol, pada Jumat (7/6/2017) besok di Mabes Polri, Jakarta.

Sebelum angkat kaki dari Sumut, Kapolda Rycko sempat menyampaikan beberapa pesan kepada jajaran Polda Sumut.

Menurutnya, hal yang paling penting yakni ancaman dan aksi teror yang dialami petugas kepolisian. Itu menjadi catatan penting bagi petinggi Polri di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Kapolda mengaku akan memberikan senjata api bagi petugas yang berdinas di lapangan, guna mengantisipasi penyerangan terhadap petugas yang tengah bertugas. Bahkan, rencana ini sudah disampaikannya kepada Kabid Propam Polda Sumut.

"Saya sudah sampaikan rencana ini kepada Kabid Propam. Nantinya, setiap petugas di lapangan akan dibekali senjata api," ujar Kapolda saat meminpin apel terakhirnya di Sumut, Kamis (6/7/2017).

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, ancaman dan aksi teror terhadap anggota Polri terlihat nyata dan semakin meluas. Di Sumatera Utara, katanya, masih ada bibit-bibit pelaku teror yang kerap menyebarkan paham radikal.

"Jaringan yang ada di sini (Sumatera Utara,red) itu ada yang terstruktur dan ada yang tidak terstruktur. Seperti dua pelaku yang menyerang Mapolda kemarin, mereka itu adalah kelompok kecilnya," jelasnya.

Meskipun aksi teror dan pelaku teror masih ada di Sumatera Utara, Kapolda meminta petugas kepolisian untuk tetap semangat dan tidak takut terhadap para pelaku terorisme.

"Kita (polisi,red) ini adalah perwakilan yang merepresentasikan simbol negara. Untuk itu, negara tidak boleh takut dengan terorisme," tegasnya.

Kapolda juga berpesan ke dalam seluruh jajaran Polda Sumut, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan keterampilan. Kemudian, jajaran harus melakukan maksimum sekuriti.

"Area yang harus dijaga ketat, yakni pos, asrama, rumah dinas dan rumah pribadi petugas itu sendiri," katanya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan keterampilan dalam melumpuhkan musuh, sambung Kapolda, dia sudah meminta Komandan Satuan Brimob untuk rutin melatih seluruh petugas.

"Simulasikan setiap saat (apa yang sudah dilatihkan) di masing-masing komando. Sehingga, ketika terjadi sesuatu saat bertugas, kita semua siap menghadapinya," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolda juga sempat menyampaikan rasa permohonan maaf atas segala kekurangan selama sembilan bulan menjabat sebagai Kapolda Sumut.

"Apabila ada kekurangan selama saya bertugas, saya menyampaikan permohonan maaf," pungkas Kapolda yang mengenakan seragam Brimob ini.

Diketahui, saat ini pengamanan di pintu masuk Mapolda Sumut telah dilakukan secara maksimal. Setiap orang yang masuk ke Polda
Sumut baik pejalan kaki, dan yang membawa mobil maupun motor selalu diperiksa.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait