Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sebarkan Isu Hoax, Cyber Crime Poldasu Selidiki Akun facebook Surya Hardyanto

Tim Redaksi: Jumat, 30 Juni 2017 | 01:21 WIB

Sebarkan Isu Hoax, Cyber Crime Poldasu Selidiki Akun facebook Surya Hardyanto

Kasus penyerangan Mapolda Sumut yang menewaskan salah seorang personelnya, Aiptu Martua Sigalingging, pada Minggu (25/6/2017) lalu, mendadak diisukan berlatar belakang utang piutang. 

Isu ini pun kemudian menepis fakta yang santer menyebutkan, jika para pelaku penyerangan tersebut merupakan jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS. Hal ini diungkapkan pemilik akun facebook Surya Hardyanto dalam postingannya tertanggal 27 Juni 2017. 

Berikut isi postingan pemilik akun Surya Hardyanto, "Sedikit informasi saja, kebetulan rumah orangtua saya tidak jauh dr mapolda sumut. Kebetulan saat berkunjung ke kediaman orgtua, sy dapat kabar bahwa peristiwa di mapolda sumut itu karena masalah utang piutang. Dan pembunuh dan korban sama sama non muslim. Warga di sekitar mapolda saja heran, kenapa berita di tv jadi terkait masalah teroris.. Wallahua'lam".

Terkait isu itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kamis (29/6/2017) langsung mengeluarkan bantahan. Secara tegas, Rina menyebut, pemilik akun Surya Hardyanto tersebut telah memberikan informasi palsu alias hoax. 

"Berita di facebook itu adalah berita bohong. Hasil penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), identifikasi dan keterangan pelaku yang hidup, terungkap dengan jelas identitas mereka maupun motif mereka melakukan penyerangan terhadap Polda Sumut, dapat disimpulkan para pelaku merupakan kelompok teroris yang ingin merebut senjata api dinas Polri, serta merencanakan aksi teror lanjutan. Pemilik akun ini memutar balikkan fakta sebenarnya," ujar Rina. 

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan tidak ada hubungan antara pelaku penyerangan dengan anggota Polri yang menjadi korban, bahkan mereka tidak saling mengenal, tidak ada masalah utang piutang.

"Di dalam akun ini disebutkan kalau pembunuh dan korban sama-sama non muslim, itu juga berita bohong, karena para pelaku di Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya tercantum Muslim. Apa yg disampaikan pemilik akun adalah hoax dan berbahaya bagi masyarakat yang kurang paham terhadap informasi yan sebenarnya," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Rina, Tim Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Sumut sedang melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun yang memutar balikkan fakta tersebut. 

"Polri terus berkomitmen dan berbuat bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat yang cinta NKRI untuk mencegah dan memberantas terorisme," tegasnya.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait