Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Jelang Mudik, BPBD Kota Binjai Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran

Tim Redaksi: Kamis, 08 Juni 2017 | 21:26 WIB

[caption id="attachment_80898" align="aligncenter" width="350"] Ilustrasi kebakaran[/caption]
Menjelang perayaan Idul Fitri nanti, biasanya, tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman telah melekat dan menjadi kebiasaan bagi warga Indonesia.

Meski begitu, warga yang ingin melakukan kebiasan mudik harus benar-benar waspada saat meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong.

Seperti himbauan yang disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kota Binjai, Ahmad Yani. Dirinya mengimbau masyarakat agar senantiasa mewaspadai kemungkinan terjadinya musibah kebakaran selama Ramadan 1438 Hijriah dan lebaran nanti.

"Tentunya masyarakat harus tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran, seiring peningkatan suhu udara dan tekanan angin dalam beberapa hari terakhir," ujarnya, Kamis (8/6/17).

Ahmad Yani menyebut, potensi terjadinya musibah kebakaran selama Ramadan memang relatif lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, menyusul kecenderungan peningkatan aktifitas masyarakat.

Apalagi selama periode Januari hingga Mei 2017, tercatat 15 kasus kebakaran terjadi di Kota Binjai. Dari jumlah itu, sebanyak 22 bangunan dan dua kendaraan hangus terbakar, dengan total kerugian material mencapai lebih dari Rp 3,8 miliar.

"Sebagai langkah pencegahan, pastikan kompor, obat nyamuk, dan peralatan listrik di rumah kita tidak menyala sewaktu memutuskan untuk tidur ataupun bepergian, serta lakukan peremajaan terhadap instalasi listrik," seru Ahmad Yani.

Selain itu, dia pun turut mengimbau para orangtua, agar aktif dalam mengawasi aktifitas anak-anaknya, serta melarang mereka bermain menggunakan api, seperti bermain masak-masakan, atau menyalakan kembang api dan petasan.

"Satu hal yang tidak kalah penting, segera laporkan kepada BPBD Kota Binjaj, jika memang ada terjadi musibah kebakaran ataupun bencana alam lainnya di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun lokasi kita bekerja," ujar Ahmad Yani.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait