Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Giawa Susul Polisi yang Dibunuhnya ke Liang Lahat

Tim Redaksi: Kamis, 15 Juni 2017 | 06:03 WIB

 

[caption id="attachment_80408" align="aligncenter" width="350"] Bripka Jakamal Tarigan semasa hidup[/caption]

Pelaku penikaman Bripka Jakamal Tarigan di Jl. Serbaguna, Pasar 4, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, Lisman Giawa, tewas setelah menjalani perawatan di di RS Bhayangkara Medan, Rabu (14/6).

 

Pria berdarah Nias itu meninggal setelah sempat dibantarkan petugas Polres Pelabuhan Belawan atau dirawat sejak Senin (12/6).

 

"Beliau meninggal karena sakit. Mungkin beliau stres dan tidak mau makan dua hari terakhir ini dan petugas medis sudah mencoba untuk merawat namun tidak behasil," kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi, SIK melalui telepon.

 

Petugas RS Bhayangkara telah melakukan visum dan persiapan untuk penyerahan jasad Lisman Giawa kepada keluarga. "Setelah semuanya selesai jasad Lisman akan kita serahkan ke keluarganya, " ujar Kapolres.

 

Meninggalnya Lisman Giawa mengakibatkan dua dari enam tersangka pembunuhan polisi Bripka Jakamal Tarigan di Jl. Serbaguna, Pasar 4, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, meninggal, menyusul tersangka Soja Lembu yang meninggal setelah ditembak karena melawan saat akan ditangkap petugas Polres Pelabuhan Belawan di Tapsel, Rabu (7/6).

 

Sedangkan empat tersangka lainnya masih ditahan dan menjalani proses pemberkasan di Polres Pelabuhan Belawan.

 

Peristiwa pengeroyokan dan penikaman dialami Bripka Jakamal Tarigan terjadi ‎di Jalan Serbaguna, Pasar 4, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, Jumat (2/6) malam lalu.

 

Kasus pengeroyokan dan penikaman dialami polisi yang bertugas di Sat Narkoba Polresta Medan dipicu persoalan keributan antar warga yang terjadi di tempat tinggalnya.

 

Awalnya, ‎salah satu warga yang menetap di lahan garapan ditabrak salah satu pengendara, tabrakan itu mengundang kemarahan warga Gang Damar dengan mendatangi warga Jalan Serbaguna ujung.

 

Akibatnya, warga yang mayoritas bersuku Nias ‎terlibat keributan dengan warga Jalan Serbaguna ujung, keributan itu dapat diredam.

 

Ternyata, berselang sekitar 10 menit, tiba - tiba warga mayoritas bersuku Nias berkisar belasan orang dengan kondisi dipengaruhi minuman keras kembali mendatangi ‎warga Jalan Serbaguna ujung.

 

Kedatangan warga penghuni di lahan garapan dengan membawa senjata tajam berupa kelewang dan celurit kembali menantang warga, kondisi keributan kembali memanas.

 

Keributan itu membuat kedua warga kembali emosi, ‎sebagai personel polisi, Jakamal terpanggil untuk melerai keributan itu. Oknum polisi yang sudah mengabdi selama 20 tahun itu meminta kepada warga Jalan Serbaguna untuk menahan diri dan masuk ke rumah masing - masing.

 

Tak disangka, gerombolan pemuda dari suku Nias malah menyerang Jakamal. Melihat amukan warga itu, Jakamal mengeluarkan pistol memberikan tembakan tiga kali ke udara.

 

Namun, warga suku Nias yang sudah dipengaruhi minuman keras tidak menghiraukan tembakan itu, mereka menyerang Jakamal dengan menusuk bagian leher, dada, perut dan paha dengan 12 tusukan.

 

Melihat oknum polisi itu terkapar bersimbah darah, pemuda yang melakukan penyerangan mengambil senjata Jakamal dan kabur meninggalkan lokasi. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait