Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Butuh Perjuangan Keras Untuk Lalui Jalan di Sini

Tim Redaksi: Kamis, 15 Juni 2017 | 22:39 WIB

 

[caption id="attachment_81758" align="aligncenter" width="350"] Butuh Perjuangan Keras Untuk Lalui Jalan di Sini[/caption]

Kerusakan Jalan Ismail, Kelurahan Payaroba mencapai puncaknya. Jalan alternatif menuju Langkat dan Bhrahrang tersebut tidak bisa lagi dilalui dengan mudah.

 

Butuh perjuangan keras untuk melewati ruas jalan yang sebahagian hanya menyisakan tanah tanpa lapisan aspal. Memang di beberapa titik tertentu lapisan aspal masih mulus tergantung tingkat kerusakannya.

 

Namun di titik yang mengalami kerusakan, kondisinya teramat parah. Selain hanya meninggalkan gumpalan tanah, konturnya juga bergelombang sehingga menyulitkan pengendara roda empat untuk lewat karena sudah mirip kubangan jalan.

 

Kerusakan yang hanya terjadi di sisi sebelah kiri, karena truk yang datang berasal dari Jalan Gatot Subroto, justru menimbulkan persoalan baru.

 

Kendaraan roda empat yang enggan melewati kubangan memilih untuk melewati jalur yang berlawanan. Akibatnya kendaraan yang akan lewat terpaksa menghentikan laju kendaraanya.

 

Banyaknya kendaraan yang menunggu giliran lewat akhirnya membuat kemacetan baru.

 

Warga Langkat, Hamdani mengaku takut melewati jalan tersebut. Katanya, ukuran truk yang besar membuatnya khawatir bila sewaktu-waktu terbalik. Apalagi setiap melawati lubang truk mengeluarkan bunyi tertentu.

 

"Takut awak lewat jalan itu. Pas lah nanti terbalik ngeri. Supir itu sengaja menghindari truk kan karena takut terbalik," katanya Kamis (14/6/17).

 

Warga Umar Baki, Hendra mengaku memilih untuk menghindari jalan Ismail dan melewati Jalan Umar Baki menuju Kota Binjai.

 

Padahal dia harus memutar jauh hingga belasan kilometer bila memilih jalan tersebut. Alasannya untuk menghindari jalan berlubang yang sudah menjadi sarapan warga selama bertahun-tahun.

 

"Dulu masih gampang dilewati. Kalau sekarang udah payah karena supir truk suka ambil jalur orang untuk menghindari lubang," katanya.

 

Menurutnya, warga Umar Baki sudah lelah dengan janji-janji manis pemerintah untuk memperbaiki kondisi tersebut karena hingga saat ini, janji pemerintah tidak kunjung terealisasi.

 

Kabid Binamarga Dinas PU Binjai, Kusprianto, mengatakan pihaknya akan segera melakukan penandatanganan kontrak untuk memperbaiki jalan tersebut.

 

"Besok pihak kita akan melakukan penandatanganan kontrak dengan pihak pemborong. Untuk mengantisipasi mudik Lebaran ini, kami sendiri berinisiatif akan meratakannya dengan mesin Gleder," katanya.

 

Kusprianto juga menambahkan, untuk jalan yang rusak tersebut, akan di lakukan pengecoran dengan menggunakan beton.

 

"Pengerjaan pengecoran dengan beton itu sepertinya setelah Lebaran," katanya.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait