Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

MUI Binjai Gelar Muzakarah Ramadhan

Tim Redaksi: Minggu, 28 Mei 2017 | 20:04 WIB

[caption id="attachment_79777" align="aligncenter" width="1080"] MUI Binjai Gelar Muzakarah Ramadhan[/caption]


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai menggelar Muzakarah Ramadhan yang diselenggarakan di halaman depan Kantor MUI Binjai, Jalan Olah Raga, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Minggu (28/05/17).

Hadir sebagai narasumber dalam Muzakarah ini, DR Azhari Akmal Tarigan Mag (Dekan FKN UIN SU), Irwan Sait Batubara ST (Ketua HTI Sumut) dan Ftih Al Malawy (Ketua Lajnah Tsaqofiyah HTI) dengan materi Khilafah (Kepemimpinan).

Muzakarah ini juga dihadiri Ketua MUI Kota Binjai DR H Jamil MA, Ketua PD Al Wasliyah Kota Binjai Drs Suwito, Ketua PD Muhammadiyah Kota Binjai Drs Yundiser M.Pd, Ketua HTI Kota Binjai, Ketua NU Kota Binjai, Ketua BKPRMI Langkat, Ketua KPU Kota Binjai, Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu, perwakilan dari BKM se Kota Binjai, Perwakilan Kahhmi Langkat, Perwakilan DMI Kota Binjai, Perwakilan dari mahasiswa Al-Ishlahiyah, Perwakialn dari FPI Kota Binjai, pengururus MUI Langkat udan seluruh pengurus MUI Kota Binjai.

Muzakaha Ramadhan dibuka langsung oleh Ketua MUI Kota Binjai, DR H Muhammad Jamil MA. Dalam sambutanya, Ketua MUI Binjai mengatakan, Muzakarah kali ini membahas tentang bagaimana sesunguhnya konsep islam dalam memandang Khilafah.

Jamil juga mengatakan kalau Muzakarah ini merupakan Muzakarah intelektual dan tidak ada tedensius untuk memecah belah negara. Dirinya juga meminta kepada jammah yang hadir untuk memberikan masukan bagaimana sesungguhnya konsep islam itu.

"MUI Kota Binjai telah bekerja sama dengan radio lokal RPC untuk menyampaikan tausiyah agar ceramah dan himbauanya dapat didengar, MUI juga sudah menyebar jadwal imsakiyah dan himbauan di kantor-kantor pemerintahan, masjid-masjid yang ada di Binjai," ujarnya.

Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu mengatakan, di bulan Ramadhan ini, mari kita bersama-sama menjaga kekusyukan umat islam yang sedang melakukan ibadah puasa.

"Hindari hal yang dapat mengganggu kekusyukan umat isalam saat beribadah, seperti menghidupkan petasan atau mercun di jam-jam ibadah atau sholat, sebab, itu dapat mengganggu dan mercun itu dilarang," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kekondusifan kota tak terlepas oleh bantuan masyarakat. "Mari sama-sama kita jaga kekondusifan kota ini agar kita selalu dalam ketentraman tanpa perselisihan," pintanya.

Irwan Sait Batubara ST (Ketua HTI Sumut) menjelaskan kalau hingga sampai saat ini HTI belum dibubarkan.

"Mari bersama-sama kita kembalikan kehidupan islam dan tidak ada sedikitpun niat dan keinginan HTI untuk membubarkan NKRI, karena dalam islam dilarang dan tidak ada diajarkan untuk memecah belah suatu bangsa," paparnya.

" HTI berdiri dilatar belakangi ingin membebaskan umat Islam dan wajib bagi kaum muslimin mengangkat seorang khalifah karena tujuan HTI ini mengembalikan kehidupan islam," ujarnya

Sementara itu Ftih Al Malawy (Ketua Lajnah Tsaqofiyah HTI) Khalifah mengatakan Khilafah adalah sebuah sistem yang pernah ada di masa Rosul.

"Penganiaayan yang dilakukan orang kafir di Plestina, Syria, Myanmar siapa yang menolong kalau bukan kita umat Islam maka dari itu Pentingnya persatuan umat Isalam supanya tidak ada lagi pembantaian yang terjadi," Tandasnya.

Sementara itu DR Azhari Akmal Tarigan Mag (Dekan FKN UIN SU) meminta dua nara sumber sebelumya menjelaskan tujuan dan definisi dari HTI

Kalau saya mendengarkan apa yang disampaikan oleh ustadz Irwan Sait Batubara dan Ustadz Ftih Al Malawy tidak ada masalah namun kenapa Menkopohukam ingin membubarkanya.

"Saya masih merasa ada yang disimpan dan belum disampaikan oleh ustadz Irwan Sait Batubara dan Ustadz Ftih Al Malawy," ujarnya.

Menjawab pertanyakan Azhari Akmal apa definisi HTI Ftih Al Malawy mengataka definisi khilafah itu kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia.

"Saya menduga ada hubungan antara kekalahan pengeran yang di Jakarta dengan pembubaran ormas Islam yang sedang terjadi," ujar Ftih Al Malawy.

Sambunganya tidak ada yang ekseklusif tidak ada yang disimpan simpan kalau kita bahas 3 hari baru selesai ini.

Kemudian Dr H Jamil juga menanyakan bagaimana HTI melihat Pancasila, dengan singkat Ftih Al Malawy Menjawab HTI tidak pernah membahas Pancasila dan mencaci pancasila.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait