Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pematangsiantar Remaja Ginting SH, ketika dikonfirmasi Metro Online, Minggu (23/8/2026) siang, mengatakan, menindaklanjut laporan kebakaran dari warga, pihaknya langsung bergerak menuju lokasi mengerahkan 6 unit mobil Damkar.
Remaja Ginting mengatakan untuk sementara sumber api diduga akibat arus pendek listrik (Korsleting) di salah satu toko pedagang yang mejual bahan-bahan mudah terbakar, sehingga api cepat membesar, "Penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian," ujarnya.
Hingga pukul 24.00 WIB, personel Damkar Pematangsiantar bersama unit milik PT STTC dan Water Cannon milik Kompi 2 Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut masih berjibaku memadamkan api yang kian mengganas.
Akibat banyak barang dagangan yang mudah terbakar mulai dari karpet, busa, plastik dan lainnya, api sulit dipadamkan namun berhasil ditaklukkan minggu dini hari, "Meski sudah padam, namun proses pendinginan kami lakukan terus hingga Minggu siang, agar api benar-benar tuntas dipadamkam," ujar Remaja Ginting.
Remaja Ginting memaparkan nama-nama korban pemilik ruko, masing-masing, Lee Kajung, 72, pemilik toko Family nomor 63. Diana Molly, pemilik toko Abadi nomor 65 dan toko nomor 69. Kemudian Lie Tjhai Foeng, 62, pemilik toko nomor 67 menjual obat cina serta Jew Sim Lui, 60, pemilik toko pakaian jadi, nomor 71.
"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Terkait kerugian materi belum dapat dikalkulasi karena masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak Polres Pematangsiantar," sebut Remaja Ginting.
Diujung penjelasanya, Remaja Ginting mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada serta hati-hati saat berkegiatan agar tidak menimbulkan potensi kebakaran. Selalu cermat memeriksa peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik, kompor masak, lilin dan lainnya (bay/bay)

