-->

Pelanggan Tuding ULP PLN Pangkalan Susu Terkesan Tutup Mata, Sembilan Bulan Pasangan Baru Meteran Belum Beres

Sebarkan:

 


Sembilan bulan uang Rp 4,5 juta juta sudah dibayar pelanggan  untuk pasangan baru dua meteran listrik seperti tertera dalam kwitansi. Selain itu uang tambah daya Rp 1,3 juta, tapi sejauh ini sambungan listrik masih tetap dalam kondisi arus bebas. (Foto mol/Lesman Simamora)



LANGKAT | Pelanggan tuding PT PLN ULP Pangkalan Susu terkesan menutup mata, terkait pasangan baru meteran listrik yang sudah sembilan bulan tak kunjung beres. Hal ini dikatakan N Manalu kepada Metro Online, Kamis (26/3/2026).

Kerja dan kinerja Unit Layanan Pelanggan PT PLN Pangkalan Susu dinilai tidak profesional, dan sulit diterima akal sehat, sembilan bulan pasangan baru meteran listrik tidak beres dikerjakan dengan waktu yang sudah cukup lama, katanya.

Kini kondisi arus listrik, lanjutnya, itu dialirkan melalui sambungan langsung alias arus bebas, tidak melalui meteran sebagaimana lazimnya. "Kabel dihubungkan ke listrik langsung dari sumber listrik utama ke perangkat," ujar Manalu, sembari menceritakan kronologis pasangan baru meteran tersebut.

Awalnya, kata dia, sekira bulan Juni Tahun 2025 lalu, petugas PLN ULP Pangkalan Susu datang mengecek meteran rumah di perumahan perkebunan kelapa sawit milik majikannya di Lingkungan IV Kampung Sawah, petugas PLN itu menyatakan meteran listrik bermasalah.

Karena meteran dianggap bermasalah, lalu petugas PLN memutus sambungan listrik. Kemudian besok harinya, petugas datang lagi dan menawarkan  pemasangan baru meteran, jika diperlukan . N Manalu, selaku perpanjangan tangan manajemen perkebunan menyambut baik tawaran petugas PLN tersebut.

Seiring waktu berjalan, petugas PLN yang datang memakai busana PLN dengan menumpang mobil PLN memasang meteran baru. Kemudian beberapa hari kemudian, pelanggan listrik berupaya mengisi token agar listrik menyala.

Tapi anehnya, "listrik perumahan perkebunan hanya satu bulan menyala, sedangkan meteran baru yang satunya lagi, itu hanya bertahan tiga bulan. Ketika kembali dilakukan pengisian token, listrik tak juga menyala alias diblokir, terang N Manalu.

Merasa penasaran dan dirinya di permainkan, kemudian sang pelanggan  menghubungi petugas PLN, dan mereka pun datang. Ketika itulah petugas menyambung langsung arus listrik, atau dengan kata lain arus bebas, pungkasnya.

"Selaku pelanggan, kami khawatir dengan keberadaan arus bebas berpotensi terjadi hal yang tidak diinginkan seperti korsleting yang sewaktu waktu dapat menimbulkan bahaya kebakaran," katanya.

Kondisi arus bebas, lanjutnya, telah berkali kali dilaporkan ke petugas yang memasang meteran baru, namun, hingga saat ini tidak ada tindakan atau perbaikan yang dilakukan petugas PLN.

Beginilah kerja dan kinerja pihak PLN, apakah harus terjadi dulu musibah, baru kemudian mereka datang memperbaiki meteran baru listrik di perumahan perkebunan kelapa sawit itu, ucapnya dengan nada tanya.

Terkahir, Rabu (25/3/2026), dia coba lagi menghubungi petugas yang memasang meteran berinisial A yang kini bertugas di PLN Kecamatan Tanjungpura, Langkat, dia menjawab, dirinya akan datang ke PLN ULP Pangkalan Susu, Senin (29/3/2026).

Dia mengaku uang pembayaran pasangan baru meteran listrik, itu telah dia serahkan kepada seseorang di PLN ULP Pangkalan Susu. " Masalah ini akan kita selesaikan, jadi jangan dipikir aku tidak menyerahkan uang itu ke kantor PLN ULP Pangkalan Susu, ujar M Manalu menirukan ucapan A.

Meski yang memasang meteran baru, itu disebut-sebut karyawan kontraktor, bukan berarti PLN ULP Pangkalan Susu bisa menutup mata, pihak manajemen harus bertanggung jawab, jangan terkesan tutup mata, terang Manalu.

Untuk itu, dia mendesak PLN ULP Pangkalan Susu segera turun guna memperbaiki sambungan listrik sebagaimana mestinya. "Jangan biarkan arus listrik sampai merenggut nyawa orang di perumahan perkebunan kelapa sawit di Lingkungan IV Kampung Sawah itu," ucapnya.

Sebelumnya, Manager ULP PLN Pangkalan Susu, saat akan dikonfirmasi kru Metro Online, tidak berhasil ditemui, dan menurut Mustafa, pimpinannya sedang cuti libur lebaran.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini