
Tim gabungan ketika masih melakukan pencarian.(Foto: Yasmend/mol)
TAPTENG | Setelah
dilakukan selama tiga hari, proses pencarian korban bencana longsor di
Lingkungan IV Malaka, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten
Tapanuli Tengah, resmi dihentikan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil
evaluasi bersama antara tim gabungan dan pihak keluarga karena seluruh upaya
yang dilakukan belum membuahkan hasil.
Tim gabungan yang
melibatkan BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, TNI, Polri telah melakukan penyisiran secara maksimal
dengan menggunakan peralatan manual maupun mesin penyemprot air bertekanan
tinggi. Hingga hari ketiga pelaksanaan, tiga korban yang diduga tertimbun
material longsoran belum berhasil ditemukan.
Mempertimbangkan
kondisi tersebut, ditambah medan yang semakin berat, cuaca yang tidak menentu,
serta keselamatan personel di lapangan, keluarga korban akhirnya menyatakan
sepakat menghentikan pencarian dan mengikhlaskan ketiga korban. Pihak keluarga
berharap para almarhum dapat damai di surga, sementara keluarga yang
ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Sebagai bentuk
penghormatan terakhir, keluarga bersama warga setempat menggelar prosesi tabur
bunga di lokasi longsor pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh
Gembala Gereja, disertai doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,
penghiburan, serta kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
BPBD Kabupaten
Tapanuli Tengah turut menyampaikan ucapan belasungkawa atas peristiwa longsor
yang merenggut korban jiwa. Pihak BPBD berharap keluarga yang ditinggalkan
tetap kuat, seraya mengingatkan bahwa kehidupan di dunia tidak ada yang
sempurna dan setiap manusia hanya menunggu waktu sesuai kehendak Tuhan.
Perwakilan
keluarga korban, Epi Derman Gea, kepada awak media pada Kamis pagi (29/1/2026),
menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses
pencarian. Ia menegaskan bahwa meskipun hasil belum ditemukan, perhatian dan
kepedulian yang diberikan sangat dirasakan oleh pihak keluarga.
“Kami mengucapkan
terima kasih kepada tim gabungan yang telah merespons keluhan keluarga.
Walaupun hasil belum ada, wujud keprihatinan kepada kami sangat terasa,” ujar
Epi.
Ia juga
menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah mengawal proses
sejak awal hingga saat ini, khususnya kru Metro-Online.co yang setia
mendampingi keluarga selama proses pencarian berlangsung. Ia berharap seluruh
pihak senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan.
Pasca penghentian
pencarian, lokasi longsor tetap dalam pemantauan pihak terkait guna
mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat kondisi tanah masih labil
akibat tingginya curah hujan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang
berada di wilayah rawan bencana agar tetap waspada dan segera melaporkan
apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah.(YS/JS)
