Para Pedagang Mengeluh Soal Festival Bunga Buah Berastagi, Ini Sebabnya

Sebarkan:


KARO |
Wajah petani bunga terlihat tak secerah bunga salju yang tersusun rapi di depan tempat menjajakan jualannya di sepanjang Jalan Jamin Ginting tepatnya pasar PU Raya Desa Raya Kecamatan Berastagi, seperti yang terlihat pada hari Kamis (30/6/2022).

Padahal, ini adalah waktunya menunggu detik- detik pesta bunga buah. Konon kabarnya, Pemkab Karo melalui Dinas Parawisata Pemuda dan Olah Raga menggelotorkan dana sebesar Rp.600 juta untuk pesta tersebut.

"Bagi kami petani bunga dan penjual bunga tidak ada sedikitpun gregetnya pesta bunga yang akan dilaksanakan mulai Jumat tanggal 1 sampai 3  Juli besok di Taman Mejuah - juah Berastagi. Pembeli bunga terlihat biasa- biasa saja. Tidak ada peningkatan sama sekali," ujar Ayu yang mengaku sudah 10 tahun lebih berjualan bunga.

Menurutnya, tujuan pesta bunga yang melibatkan orang banyak tentunya diharapkan dapat meningkatkan  pendapatan masyarakat petani bunga dan buah beda seperti hari- hari biasanya karena bertambahnya pembeli bunga untuk kebutuhan pesta bunga hiasan mobil dan pernik-pernik lainnya.

Hal serupa disampaikan Beru Tarigan yang kesehariannya bekerja sebagai petani bunga dan menjualnya langsung kepada para pembeli.

"Jika dibandingkan dengan pesta hari besar agama jauh lebih meningkat permintaan pembeli dibanding dengan pesta bunga yang melibatkan pemerintah Kabupaten Karo saat ini. Tidak ada pembeli dari daerah lain untuk keperluan hiasan mobil. Mungkin tidak ada mobil hias dari kabupaten yang ikut berpartisipasi memeriahkan pesta bunga buah Pemerintah Kabupaten Karo," ujarnya.

Dikatakan Beru Tarigan lagi, sejak 10 tahun lalu tidak pernah ada peningkatan pembeli bunga untuk keperluan festival bunga buah yang hampir setiap tahun di selenggarakan.

"Stan untuk pameran berbagai jenis tanaman  bunga buah sama sekali tidak ada. Petani bunga buah juga tak ada diberikan kesempatan untuk menjual hasil bunga buahnya kepada para pengunjung yang menurut perkiraan Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan olah raga Kabupaten Karo mencapai angka 16 ribu orang. Jika setiap yang datang diwajibkan membeli 1 tangkai bunga saat pesta bunga, tentunya pesta bunganya akan lebih bermakna dan petani bunga pasti merasakan harumnya wangi bunganya karena dapat meningkatkan perekonomian petani bunga saat pesta berlangsung, " ujarnya. (Lean)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini