Ini 3 Tips Kajati Sumut Agar Pemda Terhindar dari Korupsi dan Percepat Penyerapan Anggaran

Sebarkan:

  



Kajati Sumut Idianto saar menyampaikan tips 'Peran Kejaksaan dalam Upaya Percepatan Penyerapan Anggaran'. (MOL/PnkmKjtsu)



MEDAN | Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto menyampaikan 3 poin krusial (tips) agar terhindar dari praktik-praktik terindikasi korupsi serta percepatan penyerapan anggaran pembangunan di daerah alias Pemerintah Daerah (Pemda).


Yaitu tertib yuridis, tertib administrasi dan tertib fisik. Kalau tigal hal ini benar dijalankan, maka pembangunan akan berjalan sesuai harapan dan terhindar dari potensi penyimpangan.


Tips itu disampaikan Idianto sebagai pemateri pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Realisasi APBD Kabupaten/Kota, Pembangunan Infrastruktur di Sumatera Utara yang dilaksanakan di Hotel Santika Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Selasa (31/5/2022). 


Dalam pokok-pokok pemikirannya berjudul 'Peran Kejaksaan dalam Upaya Percepatan Penyerapan Anggaran', Idianto menguraikan  kejaksaan memiliki dua bidang strategis dalam pencegahan yang akan mensupport penyerapan anggaran.


Fungsi untuk melakukan pengamanan Proyek Strategis Nasional (bidang Intelijen) dan Bidang Datun yang memiliki fungsi memberikan Legal Opinion  (Pendapat Hukum) dan Legal Assistance (Pendampingan Hukum) terhadap APBN, APBD tentunya juga BUMN dan BUMD. 


"Yang paling penting adalah ada niat baik dari Kepala Daerah untuk meminta pengamanan dan pengawalan terhadap sebuah pembangunan. Kemudian menjadi kunci untuk percepatan penyerapan anggaran," tegasnya.


Selain Kajati, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, Kepala BPK dan Kepala BPKP Provinsi Sumut juga menyampaikan materi terkait dengan penyerapan anggaran dan pembangunan infrastruktur


Pada kesempatan itu, Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa saat ini angka pertumbuhan ekonomi sudah sebesar 3,90 persen. Selama pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi terganggu bahkan sempat berada pada posisi minus. 


Pandemi juga mengakibatkan berkurangnya investasi yang masuk ke daerah ini. Maka salah satu cara meningkatkannya adalah dengan mempercepat serapan anggaran. 


Sayangkan


Hingga Mei 2022, serapan anggaran daerah seluruh kabupaten/kota di Sumut sekitar 19,06 persen. Kabupaten/kota tertinggi penyerapan anggaran belanjanya antara lain Kota Tanjungbalai, Tapanuli Tengah dan Serdangbedagai. 


Dalam kesempatan itu Edy juga sangat menyayangkan masih adanya kabupaten / kota yang anggaran belanjanya baru 10 persen.


Rakor juga dihadiri Wagubsu Musa Rajekshah Forkopimda Sumut, para Bupati/Walikota, Kapolres, Kajari, Dandim, OPD serta undangan lainnya. (ROBERTS/Rel)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini