Tersetrum Listrik saat Pasang Tenda Teratak, Dua Pekerja Meninggal Dunia

Sebarkan:

keempat pekerja saat dilarikan ke puskesmas setempat. 

MANDAILING NATAL | Empat pekerja pemasang tenda teratak tersetrum arus listrik saat memasang tenda teratak untuk pesta pernikahan salah satu warga di Kelurahan Pasar Baru Batahan Kecamatan Batahan, Kabupaten Madina, Sabtu (05/2/2022) siang. 

Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan dua lagi mengalami luka-luka. 

Adapun identitas dari korban yang meninggal dunia yakni, Doni Wahyudi (25) warga Sinunukan II. Dan, Ali Nafsir (23) warga Desa Bonda Kase, Kecamatan Natal. 

Sementara yang mengalami luka-luka Irfan (20) warga Desa Sinunukan II, serta Adi Arnas Nasution (24) warga Desa Sinunukan II.

Kapolsek Batahan AKP Sapriono yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. 

"Benar, kejadiannya tadi jam 14:30 Wib," kata Kapolsek Batahan AKP Sapriono, Sabtu (05/2/2022) malam ketika dihubungi. 

Kapolsek menerangkan, keempat pekerja saat kejadian sedang melakukan pekerjaannya memasang teratak untuk pesta pernikahan yang rencana akan dilaksanakan pada Minggu esok. 

Awalnya, kata Kapolsek, keempat pekerja ini sudah berhasil memasang tenda terataknya. Namun, kejadian nahas itu terjadi ketika mereka memindahkan teratak ke posisi yang diinginkan.

"Keempat orang ini ingin memindahkan teratak ke posisi sejajar dengan teratak yang sudah terpasang duluan di lapangan itu. Teratak ini kan kakinya empat, terataknya ini dari besi. Masing-masing dari mereka memegang kaki terataknya. Ketika teratak sudah terangkat, ujung teratak menyentuh kabel listrik PLN tegangan tinggi yang berada di atasnya. Sehingga arus listrik dari kabel yang menyentuh ujung teratak mengalir ke tubuh keempat pekerja ini," papar Kapolsek. 

Keempat korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa kedua korban tak tertolong. 

Kapolsek menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidan mendalam serta mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi-saksi yang berada di lokasi tempat kejadian perkara (tkp).

"Kemungkinan keempat pekerja (korban) tidak menyadari kalau air bisa mengantarkan arus listrik. Karena posisi saat kejadian memindahkan teratak kondisinya sedang turun hujan," tutur Kapolsek Batahan AKP Sapriono. (SRL/Sahrul) 





Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini