Nekat Jualan Sabu Orang Lain Dibui 5 Tahun, 'CK' Beli Paket Cepek Dituntut 4 Tahun

Sebarkan:



Terdakwa Donny Saputra saat mengikuti persidangan secara video conference (vidcon) di Cakra 5 PN Medan. (MOL/ROBS)



MEDAN | Nekat menjual sabu milik orang lain, Donny Saputra alias Doni (25), warga Jalan Mangaan V, Lorong Pahlawan, Gang Buntu, Lingkungan XIII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan akhirnya dibui 5 tahun.


Selain itu terdakwa yang mengikuti persidangan secara video call (VC), Rabu petang (21/4/2021) di Cakra 5 PN Medan juga dihukum membayar denda Rp1 miliar subsidair (bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana) 4 bulan penjara.


Majelis hakim diketuai Abdul Kadir dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan dakwaan pertama JPU dari Kejari Belawan. Unsur tindak pidana Pasal 114 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika diyakini telah terbukti.


Dari fakta-fakta terungkap di persidangan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika Golongan I jenis sabu.


Hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan menyesalinya buatannya.


"Saudara penuntut umum dan terdakwa memiliki hak selama 7 hari untuk pikir-pikir, apakah terima atau melakukan upaya hukum banding atas vonis tersebut," pungkas Abdul Kadir.


Hanya saja vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa Donny Saputra lebih ringan 1 tahun dari tuntutan JPU. Sebab pada persidangan sebelumnya Yenny Maya Sari menuntut terdakwa agar dipidana 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara.


Dalam dakwaan diuraikan, Kamis (29/10/2020) lalu Donny Saputra didatangi tim petugas kepolisian di lapangan bola kaki di Jalan Mangaan V Pasar II, Lingkungan XIII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Terdakwa diinformasikan kerap menjual narkotika di daerah tersebut.


Setelah diinterogasi, terdakwa mengaku kalau dirinya hanya menjualkan sabu milik orang lain bernama Budi alias Badem. Tim kemudian mendatangi rumah pemilik sabu dan keburu telah melarikan diri alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). 


Dari kamar mandi Budi, petugas menemukan barang bukti (BB) berupa  1 botol minuman ringan pada tutup botol lengket, 2 pipet bengkok dan pada salah satu pipet bengkok lengket sebuah kaca pin dan sisa sabu yang baru terdakwa konsumsi bersama Budi.


'CK' Cepek


Sementara itu pada persidangan lain di Cakra 3 PN Medan, 3 terdakwa tanpa hak membeli sabu paket Rp100 ribu alias cepek yakni Dedi Iskandar (36), warga Jalan SM Raja Km 122, Kecamatan Medan Amplas, Herianto (58) dan teman wanitanya Pingkan Atika Putri, sesama warga Jalan Seto Gang Karya Bakti Ujung, Kota Medan masing-masing dituntut pidana 4 tahun penjara.


JPU Paulina (kiri) saat membacakan tuntutan ketiga terdakwa yang mengikuti persidangan secara video call (VC) di Cakra 3 PN Medan. (MOL/ROBS)



Selain itu JPU dari Kejari Medan Paulina juga menuntut para terdakwa dengan pidana denda Rp800 juta subsidair 3 bulan penjara. Mereka dijerat dengan dakwaan pertama, pidana Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 (1) UU Narkotika. Hakim ketua Ali Tarigan pun melanjutkan persidangan pekan depan.


Dalam dakwaan disebutkan,  Selasa (15/9/2020) lalu dengan mengendarai sepeda motor para terdakwa secara patungan -bahasa prokem: cari kawan (CK)- membeli sabu paket Rp100 ribu dari seseorang di kawasan Jalan Jermal, Kecamatan Medan Denai.


Menurut rencana sabu tersebut akan mereka konsumsi di rumah terdakwa Herianto. Namun naas ketika masih di Jalan Panglima Denai Gang Puskesma, sepeda motor mereka disetop petugas kepolisian. Ketiga terdakwa kemudian diamankan berikut sabu dengan berat bersih 0,12 gram sebagai BB. (ROBERTS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini