Rohani Waruwu Minta Polisi Tangkap Pembacok Tangan Suaminya

Sebarkan:

Tangan Julpan Nduru yang dibacok.


MEDAN | Walau pelaku penikaman yang menewaskan suaminya sudah ditangkap, namun Rohani Waruwu, istri almarhum Julpan Nduru masih belum puas.

Ibu tiga anak ini yakin bahwa selain Yasoki Giawa alias Pak Jeksen (39), masih ada pelaku lain yang menghabisi suaminya itu.

Apalagi pengakuan pelaku Yasoki Giawa alias Pak Jeksen, ia hanya menikami dada korban Julpan Nduru. Namun, tangan korban yang dibacok dan nyaris putus tak diketahui siapa pelakunya.

“Yasoki Giawa alias Pak Jeksen mengakui hanya menikam dada suamiku, sementara tangannya yang nyaris patah tak diketahui siapa pelakunya. Saya meminta polisi lebih jeli untuk mengungkap tersangka lainnya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/3/2021) malam.

Dengan deraian air mata, Rohani Waruwu menambahkan akan terus berjuang dan meminta polisi untuk mengusut kasus kematian suaminya tersebut.

Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dan unit Reskrim Polsek Medan Labuhan yang berhasil menangkap pelakunya

“Saya yakin masih ada pelaku lainnya,” tambah warga Jalan Pusaka Gang Kenari, Desa Bandar Khalipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara tersebut.

Sebelumnya, personel Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan bekerjasama dengan unit Reskrim Polsek Medan Labuhan menangkap tersangka di lokasi persembunyiaannya di Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (10/2/2021).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dayan mengatakan penangkapan pelaku berawal informasi yang diterima petugas terkait keberadaan pelaku di salah satu kawasan di Paluta.

Mendapatkan informasi, personel gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dan mengamankan pelaku.

Setelah diamankan, petugas kemudian melakukan pengembangan dengan mencari barang bukti pisau yang digunakan tersangka menikam Julpan Nduru. Namun, saat pengembangan, tersangka mencoba kabur dengan melawan petugas.

"Kami kemudian memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki tersangka," ucapnya.

Kepada petugas, pelaku mengakui membunuh tersangka karena merasa sakit hati. Namun untuk proses penyelidikan lebih lanjut, tersangka diamankan ke Mapolres Pelabuhan Belawan.

"Atas perbuatannya, tersangka kami jjerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati hingga penjara 20 tahun," ujarnya.

Kasus pembunuhan itu terjadi pada Minggu (8/11/2020) saat mereka minum tuak di Jalan Kawat 3 Gg Turi Medan Labuhan. Dan dilaporkan pada Senin (9/11/20) dengan bukti laporan pengaduan No:LP/793/XI/2020/SU/Pel Belawan/Sek-Medan Labuhan. (ka)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini