Tanah SMAN 1 Beringin Digarap, Kepala Sekolah Ngadu ke Muspika

Sebarkan:


DELISERDANG |
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Beringin, Arya Novika Anastasia Siregar mengadukan Muriadi alias Lambong karena menggarap lahan sekolah dan mendirikan pagar tembok di atas lahan sekolah ke Muspika Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang.

Usai mendapat pengaduan dari pihak Sekolah SMAN 1 Beringin, Muspika Kecamatan Beringin melakukan mediasi pada kedua pihak dengan memanggil Muriadi alias Lambong, Kepala Desa Emplasemen Kualanamu dan pihak Sekolah SMAN 1 Beringin.

Dalam mediasi yang dilakukan , Muriadi alias Lambong mengaku membeli lahan tersebut dari pihak penggarap lahan Eks PTPN II dan diketahui Kepala Desa Emplasemen Kualanamu.

Usai dilakukan mediasi, kedua pihak bersama Muspika Kecamatan Beringin melakukan pengukuran pada lahan sekolah. Dari pengukuran dipasang patok pembatas dan pagar tembok yang didirikan oleh Muriadi alias Lambong masuk ke dalam lahan sekolah SMA Negeri 1 Beringin.

Alhasil dipasang patok pembatas baru dan tanah yang disebut oleh Muriadi alias Lambong ini hanya tersisa lebih kurang dua setengah meter saja.

Lambong nampaknya pusing karena membeli lahan tak sesuai kesepakatan. Meski demikian ia tak dapat berbuat apa-apa karena hasil pengukuran bersama sebagian lahan yang dibelinya dari penggarap dan diketahui oleh Kepala Desa Emplasemen Kualanamu ternyata masuk ke lahan sekolah.

Camat Beringin, Wahyu saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kamis (18/02/2021) mengatakan pihaknya sudah melakukan mediasi kedua belah pihak dan disepakati pengukuran lahan dan pemasangan batas tanah.

"Sudah kami mediasi dan batasnya juga sudah dipatok. Kami sarankan pada pihak sekolah kalau bisa dipasang pagar biar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Pihak sekolah yang harus menjaga asetnya," ujar Wahyu.

Kasus penguasaan lahan HGU PTPN II di Desa Emplasemen Kualanamu Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang oleh oknum oknum tertentu kini semakin marak terjadi dan diharapkan aparat hukum terkait bisa turun tangan memeriksa oknum oknum yang terlibat menguasai tanah negara tersebut.(wan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini