-->

Pasien Covid-19 di Deliserdang Meninggal, Keluarga Tolak Pemakaman Protokol Kesehatan

Sebarkan:
Petugas saat mendatangi rumah korban. 
DELISERDANG | Seorang pasien Covid-19 warga Desa Sidoarjo, Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, Sumut, meninggal dunia, Sabtu (29/8/2020) kemarin.

Namun, hingga Minggu (30/8/2020), keluarga menolak jenazah dimakamkan sesuai protokol kesehatan oleh petugas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Deliserdang.

Warga yang diketahui berusia 50 tahun tersebut meninggal di perjalanan saat hendak dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Medan. Dari swab RSUD Deliserdang yang keluar tanggal 24 agustus 2020 hasilnya positif Covid-19.

Camat Beringin Wahyu Rismiana saat dikonfirmasi membenarkan ada warganya yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Ia mengaku mengetahui hal tersebut dari pihak RSUD Deliserdang.

"Kemarin itu hari Kamis, kami melakukan kegiatan sosialisasi Perbup 77 tahun 2020 di Pajak Pekan Desa Pasar V dan memberikan bantuan sembako untuk yang terpapar Covid-19 di Desa Sidoarjo Ramunia. Kami datang ke rumah kasih bantuan dan hari ini, warga tersebut meninggal dunia," kata Wahyu Rismiana.

Ia mengatakan saat mengetahui warga tersebut meninggal, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Deliserdang mencoba memberitahukan ke pihak keluarganya agar menjalankan protokol kesehatan.

"Agak berdebat juga keluarganya, kami menyarankan agar dijalankan protokol kesehatan, namun keluarganya gak terima," kata Wahyu.

Terpisah, anggota Satgas Covid-19 Deliserdang yang juga Kadis Kesehatan Deliserdang dr Ade Budi Krista saat dikonfirmasi juga membenarkan hal ini.

"Hasil swabnya positif, namun keluarga tidak menerima dibilang Covid-19, dia sudah beberapa hari dirawat di RSUD Deliserdang. Istrinya marah-marah sampai buka rok, jadinya dipulangkan ke rumahnya," kata dr Ade.

Saat dipulangkan, pihak Puskesmas dan Pemerintah Kecamatan Beringin sepakat, warga tersebut diisolasi mandiri, namun kondisinya semakin parah.

"Mau dirujuk ke RS GL Tobing Tanjung Morawa, keluarga tidak mau dan keluarganya akhirnya membawa ke rumah sakit di Medan, namun di perjalanan warga tersebut meninggal dunia didalam mobil," sebutnya.

Lebih lanjut, dr Ade menyebutkan bahwa pihaknya tidak mengetahui riwayat perjalanan warga yang terpapar Covid-19 tersebut.

"Gak jelas riwayatnya. Cuma dia sakit perut dan diare dirawat di RSUD, saat diswab, positif," ungkapnya.

Hingga kini, petugas dari Muspika masih melakukan mediasi membujuk keluarga korban agar bisa dikebumikan dengan protokol kesehatan dan keluarga korban juga dilakukan pengecekan kesehatan. (Wan/Sdy)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini