-->

Kerjasama Datun dengan Dinkes Tebingtinggi, Mustaqpirin Minta ASN Jangan Takut Kepada Kejaksaan

Sebarkan:
Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin saat memaparkan fungsi Jaksa sebagai Pengacara Negara di hadapan para ASN Dinas Kesehatan Tebingtinggi, Selasa (11/8/2020).
TEBINGTINGGI | Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi menggelar sosialisasi peran jaksa pengacara negara sekaligus penandatanganan kerjasama dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dengan Dinas Kesehatan, Selasa (11/8/2020) di aula dinas setempat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kejari (Kajari) Tebingtinggi Mustaqpirin, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia dan Sekretaris Daerah (Sekda) M Dimiyathi.

Dalam paparannya, Kajari Mustaqpirin mengatakan, fungsi kejaksaan dalam hal ini adalah sebagai Pengacara Negara.

"Jaksa adalah pengacara negara dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Sebelum terjadi tindak pidana korupsi didalam ASN, kita cegah dahulu dan mendampingi. Jadi disini kita lebih fokus pencegahan. Sebelum ada terjadi korupsi, kami akan mencegah dulu," katanya.

Di bidang Datun, lanjut Mustaqpirin, Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik didalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah.

"Kejaksaan dapat memberikan pertimbangan dalam bidang hukum kepada instansi pemerintah," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Mustaqpirin juga meminta kepada ASN agar tidak perlu takut kepada kejaksaan, karena kejaksaan negeri adalah rumah hukum para ASN.

"Kami akan selalu memberikan pelayanan dan pendampingan hukum terhadap ASN dan tugas tersebut merupakan amanah UU sebagai pengacara di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara," katanya.

Disampaikan Mustaqpirin, pendampingan hukum ini dilakukan agar Kota Tebingtinggi lebih baik dan menjaga ketentraman masyarakat. Para pejabat diminta lebih berwibawa dan tak perlu takut kepada orang-orang yang menganggap dirinya pintar.

"Saya sebagai Kajari aja dibully kok, soal hukum lagi, katanya kejaksaan kerja lompat pagar, apalagi bapak dan ibu, ujung-ujungnya minta duit atau proyek," ujarnya. (Sdy)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini