-->

Ketua GNPF Binjai Sebut Wacana Penghapusan Premium dan Pertalite Membuat Rakyat Marah

Sebarkan:
BINJAI | Ketua GNPF Ulama Binjai Sani Abdul Fattah menilai wacana penghapusan BBM jenis Pertalite dan Premium oleh pertamina akan membebani dan membuat marah masyarakat.

"Sesuka hatinya saja melempar wacana yang membuat masyarakat marah. Jangankan untuk dihilangkan, dinaikkan saja harganya masyarakat bisa marah," katanya, Sabtu (4/7/2020).

Sani menilai wacana penghapusan BBM yang dilakukan pemerintahan saat ini seperti prilaku kekanak-kanakan dan sepertinya rakyat ini mau diperas biar semuanya pada susah dan menderita.

"Kami lihat rezim ini memang macam anak-anak saja. Kami ingatkan lagi ke rezim ini, udahlah sudah cukup untuk membebani rakyat ini. Rakyat sudah cukup menderita dengan kebijakan-kebijakan rezim saat ini, malah mau ditambahi lagi, heran Kami," ucapnya.

"Munculnya wacana penghapusan premium dan pertalite oleh Pertamina sangat sadis, karena premium dan pertalite itu paling banyak digunakan oleh masyarakat dan bukankah keduanya juga harganya terjangkau," imbuhnya.

Lebih Lanjut, Sani mengatakan dengan menghapus Premium dan Pertalite berarti rezim ini memang sengaja untuk menyusahkan dan menyesangsarakan rakyatnya sendiri.

"Rezim ini memang sengaja memeras darah rakyatnya sendiri. Rezim ini tidak usahlah pakai alasan apapun, yang katanya alasan lingkungan hiduplah yang RONnya masih 88 dan lain sebagainya untuk menghilangkan atau menghapus premium dan pertalite itu. Cukup satu alasan saja bahwa dengan menghilangkan atau menghapus keduanya maka rakyat pasti menderita," ucapnya.

Sani mengatakan kalau memang rezim ini ngotot untuk menghilangkan atau menghapus keduanya, maka apakah rezim ini sanggup dan bersedia menurunkan harga pertamax seperti keduanya.

"Hendaknya rezim ini menyudahi kebijakan-kebijakan yang konyol ini. Rakyat sudah cukup banyak menderita dengan kebijakan-kebijakan rezim ini. Jangan nanti rakyat yang akan marah dan secara paksa mengganti rezim ini," pungkasnya. (Ismail)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini