Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dugaan Main Hakim Sendiri FPI di Batangkuis, BMI: Tindakan Ini Ancam Keutuhan NKRI

Tim Redaksi: Jumat, 01 Mei 2020 | 10:12 WIB

DELISERDANG - Kasus dugaan main hakim sendiri yang dilakukan Ormas Front Pembela Islam (FPI) terhadap Lamria Manullang, warga Desa Batangkuis Pekan, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, mendapat kritikan dari berbagai pihak.

Hampir semua pihak menyesalkan tindakan semena-mena tersebut dan meminta pihak berwajib agar segera bertindak.

Desakan dan kritikan tersebut juga datang dari Banteng Muda Indonesia (BMI) Sumatera Utara (Sumut) melalui Sekrerarisnya Maruli M Purba dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2020).

"Hal itu bukan semata-mata soal penegakan hukum, tetapi sebagai komitmen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita," ungkapnya.

Penegakan hukum, kata Maruli, merupakan bukti konkrit hadirnya negara di tengah masyarakat sekaligus menjadi pertaruhan kewibawaan konstitusi.

"Penegakan hukum yang adil itu yang akan memperkokoh berdirinya NKRI. Apapun alasannya, tidak dibenarkan seseorang atau kelompok orang melakukan perbuatan melawan hukum," ucap pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Menurutnya, pembiaran praktik-praktik semacam ini akan menjadi virus di masyarakat dan akan mengancam keutuhan NKRI.

"Karenanya kami BMI Sumut meminta dan mendukung Polda Sumut agar bertindak tegas. Ketegasan itulah yang akan menunjukkan kewibawaan hukum di negeri ini," kata Maruli Purba.

Sebelumnya diketahui, terdapat sekelompok orang yang mengatasnamakan FPI, melakukan perusakan warung tuak milik Lamria Manullang, warga Desa Batangkuis Pekan, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang.

Perusakan itu terjadi pada Selasa (28/4/2020) sore. Aksi itu direkam korban dan videonya tersebar di media sosial. Pengrusakan dilakukan karena Lamria dianggap berjualan di bulan Ramadhan.

Saat ini, korban telah membuat laporan resmi ke Polresta Deliserdang, tentang pengaduan terjadinya tidak pidana perusakan secara bersama-sama sesuai dengan laporan polisi nomor: LP/209/IV/SU/2020/Resta DS, tanggal 29 April 2020. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html