Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sebelum Tewas Gantung Diri, Damanik Habisi Nyawa Ibu Kandung dan Wanita Tua dengan Celurit

Tim Redaksi: Sabtu, 29 Februari 2020 | 19:34 WIB

DELISERDANG - Seorang pria bernama Junaidi Damanik (19), warga Desa Gunung Manupak B, Kecamatan STM Hulu, tega menghabisi nyawa ibu kandung dan seorang wanita tua secara sadis dan membabibuta, Sabtu (29/2/2020) siang.

Setelah menghabisi kedua korbannya, pelaku juga nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri dalam kondisi telanjang bulat dengan menggunakan tali nilon berwarna biru didepan rumahnya di Desa Gunung Manupak B, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang.

Informasi yang diperoleh, terungkapnya peristiwa pembunuhan dan gantung diri itu ketika Kepala SPKT Polsek Tiga Juhar mendapat telpon dari masyarakat yang memberitahukan bahwa telah terjadi perkara pembunuhan di TKP.

Kemudian, personel Polsek Tiga Juhar langsung berangkat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah sampai di TKP, ditemukan korban bernama Tigan boru Tarigan (70) di halaman pekarangan rumah dengan luka jari putus, lengan kiri putus, kepala luka bacok dan telah meninggal dunia.

Selain itu, di lokasi yang sama juga ditemukan diduga pelaku Junaidi dalam posisi gantung diri menggunakan seutas tali warna biru di teras rumah korban dengan kondisi telanjang bulat telah meninggal dunia.

Sedangkan Asna boru Tarigan yang merupakan ibu kandungnya ditemukan di dekat kandang kambing dengan luka pergelangan tangan kiri nyaris putus, jari tangan kanan putus, rambut korban putus, kepala luka bacok, leher luka bacok dan meninggal dunia.

Selain jasad korban, petugas juga menemukan 2 bilah celurit yang diduga merupakan alat yang di gunakan untuk melakukan pembunuhan.

Menurut keterangan masyarakat sekitar, korban selama ini diketahui anak yang baik, namun sesekali korban juga kerap ikut bermain judi di warung kopi yang ada didesanya.

"Kalau pengaruh korban gila dan kecanduan Narkoba kita tidak tahu pasti bang, soalnya korban juga sesekali mau juga main judi di warung kopi di desa ini," ujar JP, warga sekitar.

Selain itu, lanjut JP, korban juga pernah bekerja di sebuah PT yang ada didesanya sebagai security.

"Gimana lah kita bisa bilang pelaku itu gila bang, kalau korban juga pernah juga bekerja di PT milik Anto keling yang ada di desa kami," katanya.

Lebih lanjut diceritakan JP, korban juga baru keluar dari Rumah Sakit Umum Deliserdang akibat memotong kemaluamnya dengan menggunakan pisau diladangnya.

"Korban juga baru keluar dari Rumah Sakit Umum Pakam Bang, akibat dia memotong kemaluannya. Dan habis itu korban sering mondar mandir di tengah-tengah kampung ini," ungkapnya.

Kapolsek Tiga Juhar AKP WK. Manurung, ketika dikonfirmasi terkait motif pembunuhan tersebut belum bisa memberikan komentar. (Jassa)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html