Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Penduduk Miskin di Kabupaten Tapanuli Selatan Berjumlah 24.220 Jiwa

Tim Redaksi: Jumat, 28 Februari 2020 | 16:42 WIB

Ilustrasi
TAPSEL - Angka penduduk miskin di kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berjumlah 24.220 jiwa atau sekitar 8,60% pada tahun 2019 dari jumlah penduduk 281.933 jiwa.

Tingkat persentase atau jumlah penduduk miskin di kabupaten Tapanuli Selatan ini mengalami penurunan, jika dihitung tiga tahun terakhir ini, mulai dari tahun 2017, 2018 hingga 2019.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tapanuli Selatan, jumlah penduduk miskin di Tapsel tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan.

Pada tahun 2017, jumlah penduduk miskin di kabupaten Tapanuli Selatan berjumlah 29.480 jiwa atau 10,60%, sementara tahun 2018 turun dengan berjumlah 25.630 jiwa atau sekitar 9,16% dan untuk tahun 2019 mengalami penurunn lagi dengan jumlah 24.220 jiwa atau sekitar 8,60 %.

"Secara persentase, jumlah angka kemiskinan di kabupaten Tapanuli Selatan jika dilihat selama tiga tahun ini, jumlahnya mengalami penurunan," ucap Devita Natalia, Kasi Neraca Wilayah Analisis Statistik BPS Kabupaten Tapanuli Selatan kepada Metro-online, Jumat (28/2/2020).

Ia menjelaskan, turunnya jumlah angka kemiskinan di Tapsel ini berdasarkan hasil survei dan hasil wawancara langsung yang dilakukan BPS Kabupaten Tapanuli Selatan dengan masyarakat.

Tidak itu saja, Devi mengatakan turunnya angka kemiskinan ini juga bisa dilihat dari besarnya jumlah pengeluaran penduduk berapa perkapita dalam setiap bulannya.

"kita juga melihat dari besarnya pengeluaran kebutuhan dari satu keluarga, jika kita melihat lebih besar pengeluaran daripada pendapatan maka akan dikategorikan penduduk miskin," jelasnya.

Di dalam perhitungannya, BPS menggunakan pendekatan pengeluaran per kapita tahun 2019 sebesar Rp. 364.798 per bulan per kapita sebagai garis kemiskinan terbaru.

Menurutnya, garis kemiskinan adalah cerminan dari pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan. Dengan demikian, jika harga-harga bahan pangan meningkat, garis kemiskinan juga terangkat naik.

Devi juga mengatakan, faktor menurunnya angka kemiskinan ini, berpengaruh juga terhadap bannyaknya pembangunan yang ada disuatu daerah dan juga mulai masuknya sejumlah investor.

"Kalau menurut saya dengan meningkatnya disektor pembangunan baik pebangunan infrastruktur, pertanian ataupun sumber daya manusia bisa saja menjadi faktor turunnya angka kemiskinan, apalagi ditambah masuknya investor yang membuka usaha di Tapanuli Selatan," pungkasnya. (Syahrul).

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html