Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Daerah Angkola Julu Berpotensi Menjadi 'Brastagi' nya Kota Padangsidimpuan

Tim Redaksi: Rabu, 05 Februari 2020 | 18:56 WIB

PADANGSIDIMPUAN - Wakil Wali Kota Padangsidimpuan Arwin Siregar, MM beserta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau kebun bawang dan kebun cabai warga Angkola Julu, hasil binaan Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan, Rabu (5/2/2020).

Kedatangan TPID ini adalah melihat langsung terkait kemampuan daerah dalam memproduksi tanaman kebutuhan pokok sehari-hari, juga memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Adapun sasarannya kali ini adalah tanaman bawang merah dan cabai merah.

Arwin Siregar menyebutkan, komoditas bawang ini sangat menjanjikan. Tidak menutup kemungkinan, petani akan mau mengalih fungsikan lahannya menjadikan tanaman bawang ini menjadi komoditas unggulan begitu juga dengan cabai.

"Kita berkeinginan menjadikan daerah Angkola Julu ini menjadi 'Berastagi' nya Padangsidimpuan, dimana sektor pertanian menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Kota Padangsidimpuan, dan menjadi lumbung pangan di kota ini," tuturnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Letnan Dalimunthe mengatakan, Pemko Padangsidimpuan melalui TPID akan berkoordinasi merumuskan permasalahan yng dialami petani, kedepan kita tidak ingin petani merasakan kecewa akibat sewaktu-waktu harga anjlok.

"Kita ingin petani sejahtera, bagaimana solusi permodalan petani, mungkin bisa dicari solusi dari dinas perdagangan maupun bagian perekonomian. Yang pasti pemerintah ingin mensejahterakan petani," ujar Sekdako.

Berdasarkan penuturan petani bawang Muldaim, sebelumnya lahan dia adalah tanaman padi yang bisa menghasilkan 90 kaleng padi yang hanya menghasilkan sekitar 4 juta rupiah per sekali panen (4 Bulan).

Namun, setelah mendapat saran dan bimbingan dari Dinas Pertanian, Muldaim memberanikan diri untuk memulai mengalihkan lahan menjadi komoditas bawang.

Saat ini, ia mengaku bisa mendapatkan 25 juta rupiah dengan lahan yang sama dan lebih cepat panen yaitu 60 hari (2 bulan).

Para petani juga berharap agar pemerintah bisa menstabilkan harga sehingga petani tidak takut rugi pada saat memulai menanam. (Syahrul).

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html