Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sekap Ibu dan Bayinya, Markas Komplotan Preman Diserang Ratusan Warga

Tim Redaksi: Sabtu, 11 Januari 2020 | 17:02 WIB


Langkat - Ratusan warga Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat menyerang markas komplotan preman pimpinan berinisial A.

Massa juga merusak dan membakar satu unit mobil, sepeda motor serta markas yang dijadikan tempat berkumpul para preman.

Tidak hanya itu, bahkan tiga orang diduga anggota preman itu dikabarkan sempat di massa warga dan mengalami luka-luka. Dikabarkan, masyarakat yang sudah terlanjur emosi, menyerbu bahkan menghajar ketiganya hingga babak belur, Sabtu (11/1/2020) malam.

Menurut warga, penyerangan ke markas preman tersebut dilakukan lantaran tindakan komplotan preman yang melakukan penyekapan terhadap Encak (28) dan anaknya Septiana yang baru berusia 2 bulan.

Ratusan warga yang emosi dengan tindakan para preman tersebut kemudian mendatangi markas tersebut dan melakukan penyerangan.

"Selama ini aksi A memang sangat meresahkan. Kami juga sudah geram dengan perlakuannya, makanya kami ingin dia pergi dan tidak ada lagi preman di kampung kami," ujar R Ginting saat di lokasi.

Menurut dari keterangan beberapa saksi di lokasi, peristiwa penyanderaan terjadi lantaran suami Encak memiliki hutang kepada A. Geram karena hutang tak kunjung dibayar, akhirnya A melakukan tindakan nekat dengan cara menyekap Encak dan bayinya.

"Suami Encak, memiliki hutang kepada A. Tapi itu hanyalah sebagai alasan komplotan preman tersebut. Selama ini kami cukup diam dan untuk kali ini karena sudah bertindak kelewat batas, akhirnya kami tidak tinggal diam, dan menyerang balik" ujar pria bemarga Sembiring.

Tambahnya lagi, kejadian ini bukan hanya sekali, penyekapan sudah kali kedua terjadi yang dilakukan oleh preman. Terakhir dilakukan A dan kroni-kroninya pada hari Jumat tanggal 10 Januari sekitar pukul 04.00 pagi.

Untuk saat ini, kami mengambil langka agar menjadi perhatian penegak hukum dan peristiwa atau aksi premanisme serupa tidak terulang lagi," ujar Sembiring mewakili ratusan massa.

Ratusan masyarakat hingga hari ini tampak berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi bila ada serangan balas dari komplotan preman.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fahtir Mustafa saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

"Saat ini masih dalam penanganan, semua saksi kita periksa. Nanti hasilnya kami sampaikan lebih lanjut dan atas kejadian tersebut sudah 10 saksi yang kita periksa di Mapolres Langkat, " Ujar Fathir, Sabtu (11/1/20). (hen).

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html