Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kembalikan Fungsi Drainase, Plt Wali Kota Medan Pimpin Normalisasi Parit

Tim Redaksi: Senin, 02 Desember 2019 | 17:56 WIB

MEDAN - Dengan mengenakan setelan Pakaian Dinas Harian (PDH), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution memimpin pelaksanaan normalisasi parit, di sekitar Jalan Letda Sudjono Medan, Senin (2/12/2019).

Pada kegiatan tersebut, puluhan personel dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) bekerja mengembalikan fungsi parit sebagai drainase.

Mereka bekerja mengenakan seragam berwarna kuning, lengkap dengan peralatan, seperti cangkul dan sekop.

Dengan semangat, sedimen yang ada di dalam parit diangkat sehingga parit dapat berfungsi kembali.

Selain personel Dinas PU, gotong-royong normalisasi parit juga didukung sarana alat berat, seperti beko loader, mobil penyedot lumpur, dan mobil bor.

Plt Wali Kota Medan Akhyar terus mengarahkan personel dalam menormalisasi parit. Harapannya, tidak ada lagi air yang menggenang, terutama saat musim penghujan.

Dalam kesempatan tersebut, Akhyar didampingi Plt Kepala Dinas (Kadis) PU Zulfansyah, Kadis Lingkungan Hidup Bob Armansyah Lubis, serta Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kota Medan Arrahmaan Pane, mengingatkan Camat Medan Tembung A Barli M. Nasution dan jajarnnya termasuk para Kepala Lingkungan (Kepling), agar dapat bekerja sama dengan Dinas PU dalam membuat lubang-lubang inlet.

Akhyar mengatakan, lubang inlet berguna untuk mengalirkan air ke parit, sehingga genangan akan berkurang.

"Parit yang sudah dinormalisasi ini tentu akan lebih optimal dalam menampung air dan mengalirkannya hingga ke jembatan Titi Sewa," ujar Akhyar dalam keterangan tertulisnya.

Selain membuat lubang inlet, Akhyar juga mengingatkan para Kepling se-Kecamatan Medan Tembung untuk terus mengampanyekan hidup bersih dan sehat kepada warganya.

Menjaga kebersihan, lanjut Akhyar, merupakan bagian dari keimanan sehingga wajib bagi seluruh warga Medan untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.

"Pemerintah hanya sebagai fasilitator kebersihan, namun kebersihan kota akan terwujud jika budaya bersih dari masyarakatnya juga terbangun," imbuhnya.

Selama lebih kurang 1 jam, Akhyar mengawasi langsung pengerjaan normalisasi parit.

"Hasil pengeruk sedimen ini harus langsung diangkut agar tidak mengotori jalan dan tidak masuk kembali kedalam parit. Jika itu terjadi tentu pekerjaan kita hari ini akan sia-sia," pungkasnya. (Ril)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html