Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

H Soekirman Resmikan Kantor DPC FERARI Sergai

Tim Redaksi: Jumat, 12 Juli 2019 | 12:56 WIB

PERBAUNGAN | Bupati Serdangbedagai, H Soekirman melakukan peresmian Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Advokat Indonesia (FERARI) Kabupaten Sergai pimpinan Samsul Efendi SH di Jalan Garuda, Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, Jumat (12/7/2019).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP FERARI DR (Yuris) DR (MP) H Teguh Samudera SH MHum, Ketua DPD FERARI Sumut Baginta Manihuruk SH MH, Sekretaris LBH FERARI Sumut Jonson Sibarani SH, Aspem Pemkab Sergai, Kaban Kesbang, Kepala Kominfo, Kadispora, Kabag Hukum, Camat Perbaungan, Kepala Desa Citaman, Kabidnaker, Danramil Kapten Sucipto, Manajer Adolina serta tamu undangan lainnya.

H Soekirman dalam sambutannya mengatakan, semoga kehadiran FERARI menjadi pencerah bagi Kabupaten Sergai khususnya dalam bidang hukum.

Sergai yang berusia lebih kurang 15 tahun, pemerintah daerah terus membenahi administratifnya. Di awal berdirinya, kantor-kantor pemerintahan ini menumpang. Termasuk kantor Bupati Sergai sampai saat ini belum defenitif, karena lahan itu adalah eks kantor camat.

"Namun seiring perjalanannya, bahkan sekarang, kantor kecamatan kita itu adalah yang terbaik pelayanannya di tingkat provinsi lewat program Paten, (PelAyanan Terpadu kEcamataN)," kata Sukirman.

Kemudian berlanjut dengan pembangunan Kantor Polres, Kejari, Pengadilan Negeri Sei Rampah, Pengadilan Agama Sei Rampah yang sedang berproses.

Namun yang belum ada saat ini adalah Lapas atau pun Rutan. Karena masih dititip ke Lubukpakam. Ini sangat beresiko. Begitu juga kalau ada sita aset, termasuk tilang, itu dulu semuanya ke Lubukpakam.

Saat ini, masih kata Bupati, keberadaan personel kepolisian yang berjumlah lebih kurang 520 orang, masih sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat. "Kantor advokat juga sangat kurang. Maka kehadiran Ferari ini, sangat membantu sekali sehingga penegakan hukum bisa dapat semakin maksimal kita upayakan ke depan hari," katanya.

Bukan tidak mungkin, kata H Soekirman, kekurangan aparatur hukum itu, bisa terjadi ketidakadilan.

Di samping itu, sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dirinya juga menghadapi sebuah dilema yang cukup berat. "Kepada rekan-rekan yang tersandung kasus hukum, bolehkah saya menambahkan beban mereka, sementara amar putusan tidak ada menyebutkan dia dijatuhi hukuman pecat dengan tidak hormat? Mereka ini tentu tidak merasakan keadilan. Tentu dengan kehadiran FERARI ini diharapkan menjadi bagian untuk mendapatkan keadilan atas dilema tersebut," ujarnya.

Begitu juga dengan kapasitas warga binaan. Ketika ditanyakan kepada Kajari, sedikitnya ada 1.700 yang ditahan di Lubukpakam dan begitu juga di Tebing Tinggi. "Dari semua itu, 80 persen adalah kasus narkoba. Keluar dari LP, pemakai ganja bukannya tobat, malah jadi bandar. Bahkan ada yang bertahan di dalam karena bisa menyetir narkoba dari dalam. Bahkan saya ada saudara seperti itu. Dia bilang sama saya, Aku gak bisa cari makan di luar om, aku harus berusaha masuk lagi. Saya mencuri saja, nanti ditangkap lalu saya masuk lagi. Di situ kan ada 1.700 orang, laku aja 100 paket, udah bisa hidup," kisah Soekirman seraya berharap, FERARI juga dapat mencari jalan keluar dan solusi atas permasalahan tersebut.

Ditambahkannya juga, Pengadilan Agama baru dua bulan dibuka, dan sudah ada 140 kasus perceraian. Berarti rata-rata 70 perkara per bulan. Tiap hari ramai saja kursinya. Ini rata-rata pasangan usia muda. Apa penyebabnya? 80 persen juga karena narkoba. "Jadi kehadiran FERARI sangat dibutuhkan. Kita sebagai pemerintah harus saling bergandengan dengan para advokat untuk mencari jalan keluar atas masalah-masalah seperti ini," pintanya.

Soekirman juga menyarankan agar pengurus FERARI Sergai dapat memakai fasilitas radio Pemkab untuk penyuluhan hukum kepada masyarakat. Sebab, katanya, dengan kerjasama semacam itu lah kesejahteraan masyarakat dan kepastian hukum bisa terwujud.

Bupati merasa, untuk kepastian pembangunan tidak cukup Peraturan Bupati, atau Perda yang usianya rata-rata di bawah 10 tahun, bahkan ada yang cuma 5 tahun. Sementara investor perlu kepastian hingga puluhan tahun ke depan dalam menjalankan roda usahanya. Di sini, peran advokat juga sangat dibutuhkan untuk memberi kepastian hukum atas hal tersebut.

"Jadi sangat luas sekali aspek hukum untuk dikerjasamakan dengan Ferari ini. Banyak juga orang datang kepada kami mengatas namakan kesultanan, tapi tujuannya untuk lobi-lobi agar membayar lahan yang padahal tidak ada alas haknya. Ada pakai surat-surat palsu. Jadi kami butuh Ferari untuk mengawal hal-hal seperti itu," sebutnya.

Selain itu, Bupati Sergai juga berharap agar FERARI Pusat dapat membantu Serdang Bedagai untuk tampil di kancah nasional. Sebab menurutnya, pengurus FERARI di tingkat pusat adalah orang-orang yang cukup punya pengaruh di kalangan elit nasional.

Di akhir acara, Bupati juga bernostalgia terkait dirinya yang ternyata masih satu kampung dengan Ketua Umum DPP FERARI DR (Yuris) DR (MP) H Teguh Samudera SH MHum di Purworejo.

Sementara, Teguh Samudera mengatakan, FERARI harus mampu hadir untuk memberi sumbangsih bagi pembangunan, khususnya di bidang hukum di Kabupaten Sergai.

"Kita bisa penyuluhan hukum terhadap pendampingan desa, bantuan hukum pada masyarakat tidak mampu. Jangan berharap soal bayaran. Tetapi percayalah uang itu pasti datang sendiri. Kita jangan cari duit, tapi kita harus cari ridho Allah karena dengan ridho Allah maka duit akan datang cari kita," katanya.

Dalam kesempatan yang penuh keakraban itu, Bupati Sergai memberikan cendera mata berupa dua buku karyanya kepada Teguh Samudera sembari berfoto bersama.(red)



Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html