Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sorotan YLKI: Bom Waktu Penyakit Kanker

Tim Redaksi: Senin, 03 Juni 2019 | 11:23 WIB

JAKARTA|Wafatnya Ibu #AniYudhoyono karena serangan #kankerdarah, mengharu biru kita semua, mengharu biru bangsa Indonesia: betapa ganasnya penyakit kanker itu! Beberapa hari lalu kita juga kehilangan Ustadz Arifin Ilham, juga karena kanker.

"Kasus ini harus kita perhatikan secara seksama, bahwa potensi penyakit kanker di Indonesia sangatlah tinggi dan malah mengalami peningkatan prevalensinya dalam lima tahun terakhir.  Lihatlah faktanya, jika pada hasil #Riskesdas2013 #prevalensipenyakitkanker hanya 1,4 persen saja; namun tragisnya pada hasil #Riskesdas2018, prevalensi penyakit kanker malah naik menjadi 1,8 persen! Jadi, ada bom waktu yang mengerikan terkait penyakit kanker di Indonesia. Dan ini bukti bahwa masih ada masalah serius terkait perilaku hidup sehat masyarakat, dan arah kebijakan kesehatan yang belum menyentuh hulu persoalan. Kalau arah kebijakan pembangunan kesehatan itu benar, maka seharusnya prevalensi penyakit menular itu turun, bukan malah naik. Termasuk prevalensi penyakit kanker," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.

Oleh karena itu, YLKI mendesak pemerintah untuk fokus pembangunan kesehatan untuk menekan tumbuhkembangnya penyakit tidak menular. Dan terbukti penyakit jenis ini menjadi benalu yang paling dominan bagi _financial deficit_  BPJS Kesehatan. Jika kebijakan pemerintah tidak mendukung untuk menekan wabah penyakit tidak menular, maka prevalensi penyakit tidak menular seperti kanker, hanyalah bom waktu saja. Bom waktu bagi generasi emas yang digadang gadang oleh pemerintah, dan kita semua.(rel)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html