Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Satpol Air Polres Sergai Selidiki Kapal Pukat yang Terbakar di Pantai Merdeka

Tim Redaksi: Jumat, 29 Maret 2019 | 12:56 WIB

Satpol Air Polres Sergai Selidiki Kapal Pukat yang Terbakar di Pantai Merdeka
Satpol Air Polres Sergai Selidiki Kapal Pukat yang Terbakar di Pantai Merdeka
SERGAI | Terkait apal pukat trawl yang terpakar di pantai Merdeka, Personel Satpol Air Polres Serdang Bedagai (Sergai), sudah menyelidiki hari itu tidak ada Nelayan Kabupaten Sergai yang melaut karena kondisi air sedang surut.

Demikian ditegaskan Kapolres Sergai AKBP H. Juliarman Eka Putra Pasaribu, S.Sos, SIK, M.Si kepada wartawan Jumat (29/3) pagi dalam menanggapi adanya satu unit Kapal Pukat Trawl yang diduga dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Kamis (28/3) sekira pukul 08.00 WIB berlokasi di bibir Pantai Merdeka, Dusun I Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.

Kami duga ada settingan terkait hal ini bahwa yang melakukan justru dari orang luar Sergai yang melakukan dan yang menambah kecurigaan kami kenapa korban tekong pemilik kapal tidak melapor ke Satpol Air atau ke Polsek terdekat Tanjung Beringin, Pegawai dermaga malah mengasih ojek kepada tekong dan Anak Buah Kapal (ABK) nya untuk pergi pulang ke Pangurawan Kabupaten Batubara, keliatan sekali skenarionya, beber Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Sergai itu juga menegaskan, peristiwa ini juga menurutnya ada dugaan untuk mendiskreditkan Satpol Air Sergai yang berusaha menegakkan hukum dan mencegah konflik sosial antar Nelayan selama ini.

Indikasinya sudah kami dapat dari mana mereka disewa untuk membuat kondisi tidak kondusif dan menciptakan konflik antar nelayan, tutup AKBP H Juliarman.

Terpisah, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Serdang Bedagai, Zulham Hasibuan kepada Metro-online melalui pesan aplikasi WhatsApp menyampaikan pihaknya sangat menyayangkan kejadian adanya pembakaran satu unit Kapal Pukat Trawl. Seharusnya kedua belah pihak sama-sama menjaga kondusifitas perairan Kabupaten Sergai.

Sebab jika ada sumbatan harus disalurkan pada koridor konstitusi yang  berlaku di NKRI ini. Karena model kami di KNTI Sergai adalah model damai dan berkonstitusi, tegas Zulham.(yr)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html