Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kapolri : Istri Pelaku Bom Sibolga Memiliki Pemahaman Radikal Cukup Keras

Tim Redaksi: Rabu, 13 Maret 2019 | 09:45 WIB

foto : net

Medan - Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan kalau istri pelaku bom di Sibolga memiliki pemahaman radikal yang cukup keras sehingga sulit bagi pihak kepolisian untuk melakukan negosiasi agar mau menyerahkan diri.

Hal ini dikatakannya usai berkunjung di pondok pesantren Al Kautsar, Jalan Pelajar Kota Medan.

Dikatakannya, tiga orang pelaku teroris di Sibolga kini sudah ditangkap. Seorang anggota kepolisian mengalami luka ringan akibat ledakan bom yang dirakit pelaku. “Tim densus 88 Mabes Polri yang melakukan penangkapan dua orang lainnya tersebut merupakan hasil pemeriksaan tersangka Husein alias Abu Hamzah yang pertama ditangkap,” terangnya.

Berdasarkan pemeriksaan ketiga tersangka, lanjut Tito, perakitan bom dilakukan dikediaman Husein. “Perakitan bom dirumah Husein. Petugas densus 88 Mabes Polri yang mencoba meringkus mengetahui ada tiga orang anak-anak dan istri pelaku yang saat itu sedang berada di dalam rumah,” ungkap Tito.

Sedangkan istri husein, tambah Tito, diketahui memiliki pemahaman radikal cukup keras.
Meski begitu, pihak kepolisian setempat dan tim Densus 88 Mabes Polri masih terus berupaya menyelesaikan aksi teror tersebut guna menyelamatkan tiga orang anak yang berada di dalam rumah pelaku. (hendra).






















Kapolri sebut teroris di sibolga kelompok isis

Medan- kepala kepolisian republik indonesia (kapolri) jendral polisi tito karnavian mengatakan teroris di sibolga merupakan bagian kelompok dukungan jaringan isis.

Tito menjelaskan, penangkapan pelaku teror ini tidak ada kaitannya dengan pemilu.

Dalam keterangannya, jendral polisi tito karnavian mengatakan ledakan bom di jalan kh ahmad dahlan, gang sekuntum, kelurahan pancuran bambu, kecamatan sibolga sambas, sibolga merupakan aksi pelaku teroris kelompok pendukung jaringan isis.

husein alias abu hamzah yang di duga sebagai pelaku telah diamankan polisi dan pelaku merupakan jaringan pendukung isis,” terangnya saat berkunjung di pondok pesantren al kautsar, jalan pelajar kota medan.

Tito menjelaskan, tiga pelaku teroris ini sudah memahami isis, dimana penangkapan tersebut telah lama dijejaki tim densus 88 mabes polri.

Sebelumnya petugas densus 88 menangkap seorang pelaku teroris di lampung dua hari lalu, pelaku bom di sibolga dan lampung memiliki jaringan yang sama.

“ini ada kaitannya dengan teroris yang ada di lampung yang berhasil ditangkap tim densus 88 beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Kapolri menegaskan, peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan pemilu, karena seluruh pelaku teroris terus melakukan kejahatannya setiap saat, sesuai ideologi mereka yang keras radikal.


“yang pasti aksi teror ini tidak ada hubungannya dengan pemilu. Karena para pelaku teror itu kerap kali melakukan aksinya tanpa mengenal waktu,” jelasnya. (hendra).

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html