Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sampah di Jalan Saropan Sigalangan 70 % Kiriman dari Daerah Lain

Tim Redaksi: Senin, 11 Februari 2019 | 19:54 WIB

Sampah di Jalan Saropan Sigalangan 70 % Kiriman dari Daerah Lain
Sampah di Jalan Saropan Sigalangan 70 % Kiriman dari Daerah Lain


TAPANULI SELATAN | Melintasi jalan umum Saropan yang berada di lingkungan I dan II Kelurahan Sigalangan kecamatan Batang Angkola sering tercium bau busuk dan aroma tak sedap, pasalnya jalan tersebut berubah menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dadakan oleh sejumlah warga.

Pantauan metro-online.co sampah - sampah tersebut berserakan di bahu jalan, bahkan sampai ketengah jalan, tidak itu saja sampah tersebut juga sering dibakar oleh warga yang tidak diketahui identitasnya itu, sehingga menyebabkan pencemaran udara.

Kepala lingkungan I Arpan dan kepala lingkungan (kepling) II Muhammad Amin kelurahan Sigalangan kepada metro-online.co mengatakan bahwa sampah - sampah tersebut adalah kebanyakan kiriman dari daerah lain yang diluar kelurahan Sigalangan.

"Sampah tersebut sudah hampir 3 tahun disitu, dan sampah itu adalah kebanyakan kiriman sampah warga diluar daerah sigalangan, ya bisa dikatakan 70 % itu adalah sampah kiriman dari luar daerah kita dan selebihnya memang ada juga warga sigalangan yang membuang sampah kesitu tetapi sudah kita ingatkan" jelas Kedua kepling ini, saat berbincang dengan metro-online.co, saat dikantor camat Batang Angkola Senin, (11/02/2019).

Tidak itu saja kedua kepling ini juga menceritakan, bahwa mereka sudah sering melakukan himbauan kepada warga mereka sendiri bahkan mengumumkan agar warga sigalangan lingkungan I dan II agar menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan khususnya dijalan Saropan, tidak itu saja mereka pernah memergoki ada warga lain yang sengaja menurunkan sampah dari mobil dan dibuang di jalan Saropan tetapi dengan sigap warga langsung mencegatnya.

"kita sudah peringati warga untuk tidak membuang sampah disitu tetapi ada juga beberapa warga kita yang masih membuang sampah diam - diam kesitu, tetapi yang pasti sampah - sampah itu 70% adalah kiriman dari warga daerah lain, dimana sampah itu dibuang ketika malam hari ataupun ketika mereka hendak ke kebun atau melintasi jalan Saropan" ungkap Amin dan Arpan.

Sementara camat Batang Angkola Taufik R Lubis melalui sekretaris kecamatan Marhan Harahap mengatakan, pihaknya sudah sering berkali - kali mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarang dan menjaga kebersihan lingkungan, baik diberitahukan secara langsung maupun tidak langsung. Ucap Marhan kepada metro-online.co dikantor camat, Senin, (11/02/2019)


Dikatakan Marhan juga, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan warga terkait masalah TPA ini, tetapi untuk daerah kecamatan Batang Angkola lahan untuk TPA belum ada, dikarenakan warga tidak ada yang mau mengibahkan atau menjual tanahnya untuk dijadikan TPA.

"Masalah sampah ini adalah masalah kita bersama jadi pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta diharapkanlah adanya kesadaran masyakat agar tidak membuang sampah lagi di sembarangan tempat apalagi di jalan Saropan" pesannya.

Terpisah, senada juga disampaikan lurah Sigalangan Ummi Kalsum Daulay bahwa, pihaknya juga suda sering mengingatkan warga agar jalan Saropan jangan dijadikan tempat pembuangan sampah.

"Kita sudah berkali - kali peringati warga agar tidak membuang sampahnya disitu, bahkan kita sudah pernah buat papan larangan untuk tidak membuang sampah tetapi papan larangan tersebut selalu dicabut dan hilang entah kemana." ungkap lurah Sigalangan ini diruangannya, Senin, (11/02/2019).

Ummi juga mengatakan, disetiap ada rapat dikelurahan, pihaknya selalu menyampaikan hal ini kepada masyarakat untuk mengingatkan jalan Saropan bukanlah tempat pembuangan sampah, tetapi ada juga beberapa warga yang masih tidak sadar, tetapi tidak itu saja, sampah yang berada dijalan Saropan kebanyakan samapah kiriman dari daerah lain dan ada juga sampah dari pekan (pasar) Sigalangan dibuang kesitu.

Kemudian Ummi juga memberitahukan bahwa, untuk mobil pengangkut sampah sudah ada, hanya saja terkendala masalah lahannya belum ada.

"Kita sebenarnya sudah ada mobil truk pengangkut sampah, tetapi lahan TPAnya belum ada, jikapun ada warga yang memberikan kita akan siapkan dana untuk membelinya" ucap Ummi.

Terakhir Ummi menegaskan, pihaknya akan kembali melakukan musyawarah dengan warga, kemudian pihaknya akan segera membuat papan larangan kembali dan akan membuat sangsi tegas kepada warga jika masih membuang sampah di jalan Saropan.

"kita akan kembali membuat papan larangan dilarang membuang sampah sembarang dijalan Saropan dan akan memberikan sangsi tegas, jika ada warga yang masih membuang sampah, dengan memberikan hukuman membersihkan semua sampah disepanjang jalan Saropan sampe bersih" pungkasnya. (Syahrul)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html