Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pimpin Upacara HAB ke-73, Walikota Binjai Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan di Tahun Politik

Tim Redaksi: Kamis, 03 Januari 2019 | 15:06 WIB

BINJAI|Ribuan pelajar se Kota Binjai ikuti upacara peringatan Hari Amal Bakti Ke-73 di Lapangan merdeka Binjai, Kamis (3/1/2019).

Dengan Tema " Jaga Kebersamaan Ummat " Upacara dipimpin langsung Walikota Binjai Muhammad Idaham.

Muhammad Idaham dalam membacakan pidato Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan agar selalu menjaga kebersamaan di Tahun Politik.

" Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yaitu “Jaga Kebersamaan Umat“, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, di tahun politik sekarang ini, mari senantiasa menebarkan energy kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan. Ajakan yang sama kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesame anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesame saudara, mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar sesame anak negeri," katanya dalam membacakan pidato Menteri Agama RI.

Idaham juga mengatakan Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama membawa pesan kepada kita semua untuk mewujudkan supremasi nilai-nilai ke-Tuhan-an dan keagamaan sebagai ruh pembangunan serta kemajuan bangsa.

" Masalah agama adalah masalah yang amat peka yang bila tidak ditangani dengan hati-hati dapat menimbulkan persoalan yang rumit. Oleh sebab itu, Kementerian Agama amat menyadari pentingnya kematangan cara berpikir dan bertindak dalam mengelola urusan keagamaan, menjaga kerukunan beragama serta mendorong pembudayaan moderasi beragama bagi semua warga bangsa," katanya.

Seiring dengan itu, saya mengajak kita semua untuk senantiasa menegakkan lima nilai budaya kerja Kementerian  Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan. Setiap pejabat dan birokrat Kementerian Agama harus memerankan diri sebagai pelayan masyarakat dan tempat berlabuhnya kepercayaan umat. Jangan sekali-kali mengkhianati kepercayaan umat dengan perbuatan korupsi dan berbagai perbuatan tak terpuji.

" Kita harus ingat bahwa anjuran agar menjaga integritas tidak akan banyak pengaruhnya bila kita sendiri tidak terlebih dahulu mempraktikkan dan membuktikannya," ucapnya.

Memasuki Tahun  2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, yakni:  meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama,  meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama,  meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.

" Saya berpesan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap “menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain, " tandasnya membacakan Pidato Menteri Agama RI.



Upaca di akhiri dengan penyerahan bantuan Baznas kepada Guru dan pelajar yang berprestasi dilingkungan kementerian Agama Kota Binjai. (Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html