Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Caleg Binjai, Isu Ilegal Logging Menarik Untuk Debat Capres Sesi Kedua

Tim Redaksi: Senin, 28 Januari 2019 | 16:26 WIB

Ketua PKB Binjai Samsul Bahri Pane (kiri) dan Ketua Hanura Binjai Samsul Bahri Pane (kanan) 


BINJAI | Debat Capres Tahap Kedua yang akan berlangsung pada 7 Februari 2018 membahas masalah lingkungan hidup. Menanggapi hal itu, Ketua PKB Binjai yang sekaligus Caleg dari PKB Dapil 2 Binjai Utara Samsul Bahri Pane mengatakan, persoalan lingkungan hidup menjadi sangat penting untuk pengembangan kota di masa depan.

"Lingkungan hidup cakupannya cukup luas termasuk bagaimana pemerintah kota dalam melakukan penataan kota berbasis lingkungan. Seperti kebijakan pemko terkait pengelolaan lingkungan pemukiman," katanya.

Samsul juga mengatakan Kota Binjai akan semakin tidak terkelola jika pemko sejak dini tidak melakukan kebijakan pengembangan permukiman berbasis lingkungan hidup.

"Oleh karena itu, saya mengingatkan pemko Binjai dalam melakukan pengembangan kota harus berbasis lingkungan hidup, pembudidayaan tanaman icon Binjai harus di canangkan kembali oleh Pemko Binjai," jelasnya.

Samsul menambahkan dahulu setiap pembangunan rumah harus disediakan tempat khusus tanaman rambutan untuk menguatkan pemko Binadional agai kota rambutan.

"Wajib hukumnya setiap rumah menanam minimal satu pohon rambutan khusus bagi pengembang harus menyediakan 1 pohon rambutan setiap rumah,” ucapnya.

Disoal Debat Capres Tahap Kedua yang akan berlangsung membahas masalah lingkungan hidup Samsul Bahri Pane mengatakan Isu Daya Guna Air, Daya Rusak Air serta konservasi lahan kritis nadional menjadi isu yang menjadi fokus utama negri ini.


"Isu Ilegal logging (Perambahan Hutan). Pencemaran atau penggunaan pukat harimau dan sejenis terhadap sumber alam laut Indonesia,” pintanya.

Senada dengan Samsul Bahri Pane Ketua Hanura Binjai yang juga Caleg Binjai Utara nomor 1 mengatakan bagaimana pembangunan tidak merusak ekosistem demi keberlangsungan lingkungan yang sehat.

"Isu yang menarik Debat Capres Tahap Kedua yang akan berlangsung Hutan kita yg luas nya semakin sedikit karna rusak dan pembalakan,” jelasnya. (Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html