Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Karo Gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan APBD 2018

Tim Redaksi: Rabu, 30 Januari 2019 | 20:00 WIB



Karo - Awal anggaran 2019, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH menggelar rapat evaluasi secara menyeluruh  terhadap masing-masing OPD terkait pelaksanaan kegiatan tahun 2018 di aula Kantor Bupati Karo, Senin (29/01/2019).


Dalam rapat yang langsung dipimpin Bupati Karo, Terkelin mengatakan, selain evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2018. Kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan rapat untuk mengambil langkah-langkah atau strategi menghadapi pelaksanaan APBD 2019.
Dari berbagai pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun 2018 menjadi ukuran kinerja masing-masing OPD serta menjadi pengalaman untuk menjadi lebih baik di tahun 2019.

“Kedepannya tim di semua SKPD yang belum mampu akan kita pending. Begitu juga dari akar permasalahan yang dihadapi dilapangan harus dibuka. Jangan ditutup-tutupi,”ujar bupati dalam kata sambutannya.

Ia mengatakan, jika dalam rapat ini, kita akan membahas juga tentang garis besar program atau kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2019 dan diawal tahun dan diharapkan komitmen dan kerjasama seluruh pihak terutama OPD untuk bisa melaksanakan apa yang telah direncanakannya.

“Jangan disamakan seperti politik warung kopi, dengan istilah hanya duduk-duduk saja dikantor tanpa melakukan perubahan. Saya berharap juga agar kita saling bahu membahu dan perbanyak inovasi serta kreatifitas. Begitu kedepannya bila diperlukan, kita tidak perlu lagi seperti explorer yang sifatnya hanya berbentuk laporan,”ujar Terkelin.

Disebutkannya, ditahun 2019 ini SKPD harus lebih menunjukkan keprofesionalismenya. "Laporannya diusahakan juga dibuat secara visual. Jika tim atau panitia jajaran OPD mampu mengerjakan pelaksanaan kegiatannya nanti ditahun 2019 ini. Akan kita berikan reward, jika tidak buatkan saja laporannya. Karena berbagai masalah yang telah kita hadapi ditahun 2018, sementara akar permasalahan yang paling utama adalah budaya kerja yang belum bersinergi. Bagaikan pertunjukan orkes, tak bisa menarik audiesinya. Sebab tidak ada kerja sama antar pemain sehingga tidak menghasilkan suara yang baik. Begitu juga dengan Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD),  para pemerannya bermain sesuka hati ditambah dengan pemandu organisasi yang tidak mengindahkannya," pungkasnya.

“Bahkan ada yang tidak mau tahu dengan kebisingan yang ada. Itu yang menjadi titik awal dari kelemahan dalam pelaksanaan APBD 2018. Dan yang seharusnya budaya kerja seperti itu harus ditinggalkan diganti dengan budaya kerja yang bersinergi untuk pelaksanaan APBD 2019,” harapnya.


Lanjutnya, setelah dicermati, maka kesimpulan yang diambil dalam rapat ini rangkaian kegiatan APBD 2018 mulai dari perencanaan yang menjadi prioritas daerah tidak terealisasi. Bahkan yang telah dianggarkan juga tidak dilaksanakan, sehingga tidak mendapat hasil yang signifikan. Bupati menambahkan, jika saat ini Pemkab Karo sudah babak belur. Ada juga yang sampai berhadapan dengan hukum atau masuk penjara.

“Salah satu contoh adanya permasalahan di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Kedepannya, kita jangan lagi sampai digoreng seperti saat ini,” ketus Bupati mengakhiri tanpa mengartikan apa yang dimaksud dengan kata ‘digoreng dan babak belur. (ms.keloko)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html