loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Demo di Kejari Paluta, Mahasiswa Minta Usut Kasus Dugaan Tipikor DD Jambu Tonang

Tim Redaksi: Kamis, 04 Oktober 2018 | 20:42 WIB

Demo mahasiswa

PALUTA-Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa dan pemuda Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Prov.Sumatera Utara mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Kamis (4/10/2018). Mereka  menuntut segera memanggil dan memeriksa Kepala Desa Jambu Tonang, Kecamatan Ujung Batu terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana desanya.

Diketahui, massa mahasiswa tersebut adalah  gabungan dari dua organisasi yakni, AMPUN (Aliansi Mahasiswa Penyelamat Uang Negara) Paluta dan PMP (Pergerakan Mahasiswa Pemuda) Paluta. Aksi  mahasiswa yang dimulai pukul 14.00 WIb di depan Kantor Kejari Paluta tersebut dalam orasinya menyampaikan 3 hal tuntutan yakni,

 1.Meminta kepala dinas pemerintahan dan desa kabupaten Paluta agar mundur dari jabatannya,karena mereka menilai sudah tidak mampu mengemban tugas sebagai kepala dinas.

2.Meminta kepala Kejari Paluta agar memanggil oknum kepala desa jambu tonang terkait dugaan korupsi dana desa.

3.Meminta Bupati Paluta agar mengevaluasi kembali kinerja kepala desa jambu tonang dan Inspektur inspektorat Paluta terkait dugaan tipikor,dimana menurut dugaan mereka pihak inspektorat Paluta ada main mata dengan Kepala desa Jambu tonang terkait dugaan korupsi dana desanya.

"Kami minta Kejari Paluta segera memanggil dan memeriksa kades Jambu tonang terkait dugaan korupsi dana desanya," teriak  orator aksi, ketua AMPUN Paluta Arwin S Harahap dan  Ketua PMP Paluta Herman Rambe.

Aksi demo mahasiswa yang mendapat pengawalan ketat dari  personel Polsek Padang bolak dan Satpol PP tersebut akhirnya diterima oleh Kepala Kejari Paluta melalui Kasi Barang bukti Ferry MJulianto Sitanggang,SH.

"Apa tuntutan yang disampaikan ade ade akan kami tindak lanjuti dan juga akan memyampaikannya kepada pimpinan," ungkap Ferry M Julianto Sitanggang.

Sekitar pukul 15.00 WIB massa mahasiswa tersebut akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan bergerak melanjutkan aksi dan tuntutan yang sama ke kantor Bupati Paluta.(GNP)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html