loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Dipasok dari Malaysia melalui Laut Aceh, TNI AL Amankan 67 Kg Sabu

Tim Redaksi: Jumat, 14 September 2018 | 20:22 WIB

BELAWAN - Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Lokseumawe berhasil mengamankan sebanyak 67,4286 kg sabu di Perairan Alur Kuala Peunaga Lama, Aceh Tamiang.

 Dalam pengungkapan narkoba yang dipasok dari Malaysia ‎melalui perairan Aceh, petugas sempat melakukan tembakan gagal mengamankan 2 pelaku yang berhasil melarikan diri.

 Selain mengamankan sabu senilai miliaran rupiah, petugas TNI AL turut mengamankan speed boat kayu berlapis viber glass dengan mesin tempel 200 PK bermerk Yamaha dan 2 paspor.

 Panglima Komando Armada (Pangarmada) I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, SE, MM, dalam paparannya, Jumat (14/9) di Mako Lantamal I, mengatakan, pengungkapan penyelundupan narkoba, berawal informasi yang diterima intelejen Lantamal I melalui perairan Aceh pada Kamis (13/9) pagi.

 Berbekal informasi itu, dilakukan kordinasi dengan Lanal Lokseumawe untuk melakukan penyelidikan si laut. Hasilnya, kapal yang menjadi terget sasaran, ditemukan di titik kordinat 04 43 99 U - 098 24 83 T.

 Pada saat dilakukan pencegahan, awak kapal berjumlah 2 orang melarikan diri. Lantas, petugas di lapangan melakukan pengejaran dengan meletuskan tembakan ke udara.

 Namun, kedua tersangka kabur ke kawasan hutan. Petugas melakukan pemeriksaan, setelah di cek ada koper dan tas pinggang ditemukan isi narkoba jenis sabu.

 "Setelah kita amankan, kita berkordinasi dengan BNN, setelah dilakukan pengecekan, ternyata sabu itu kualitas super dengan jumlah 67,4286. Dengan nominal total bila diuangkan mencapai Rp 134 miliar," jelas Yudo Margono didampingi, Danlantamal I, Laksama Pertama TNI, Ali Triswanto dan Kepala BNN Sumut, Brigjen ‎Marsauli Siregar.

 Dijelaskan Jenderal Bintang Dua ini, narkoba jenis sabu dengan jumlah cukup besar itu, mampu merusak puluhan ribu masyarakat. Untuk itu, kita terus melakukan pengamanan untuk memperketat penyelundupan narkoba dan barang berbahaya lainnya melalui jalur laut.

 "Ternyata, perairan Aceh Timur sangat rawan penyelundupan narkoba. Ini akan kita tingkatkan untuk mencegah masuknya narkoba yang kini menjadi musuh besar kita," terang Yudo Margono didampingi sejumlah pejabat Lantamal I dan Polres Pelabuhan Belawan.

 Disinggung mengenai kedua tersangka yang kabur, Yudo Margono mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran dengan berkordinasi melalui pihak kepolisian setempat.

 "Kasus ini akan segera kita limpahkan ke BNN, untuk dilakukan tindaklanjut penyelidikan untuk melakukan pengembangan," jelas Yudo Margono. (mu-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html