loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Ratusan Ton Ikan di Keramba Danau Toba Mati, Kerugian Ditaksir Capai Rp.4 Miliar

Tim Redaksi: Kamis, 23 Agustus 2018 | 20:38 WIB

Akibat kematian massal jutaan ikan milik petani keramba di perairan Danau Toba, tepatnya pada Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perikanan, Kabupaten Samosir, Jhunellis boru Sinaga menaksir jumlah kematian massal ikan di perairan Danau Toba mencapai 180 ton.

"Kalau dilihat dari seluruh jumlah sekitar 140 keramba. Jenis ikan mujair dan ikan mas dengan ukuran yang memang sudah siap panen. Kerugian ditaksir sampai dengan Rp 4 miliar. Karena ini bukan satu tapi ada 21 pemilik keramba," kata Jhunellis, Kamis (23/8/18).

Masih kata Jhunellis, kematian jutaan ikan itu diduga bukan karena virus. Dugaan sementara karena perubahan suhu dari dasar perairan ke permukaan sehingga ikan tidak maksimal untuk mendapatkan oksigen.

"Jadi kotoran di dasar itu atau limbah naik ke permukaan. Limbah yang dimaksud adalah sampah rumah tangga, hotel, dan pestisida. Kalau sisa dari pakan tidak ada karena pelaku usaha di sini memakai pakan terapung bukan jenis yang tenggelam," jelasnya.

Sementara itu, Pemkab Samosir masih melakukan penelitian terhadap peristiwa matinya jutaan ikan di perairan Danau Toba. Penelitian dilakukan terhadap air, pakan, dan ikan yang mati di perairan Danau Toba.

"Sejauh ini kami dari dinas pertanian mengimbau kepada para pelaku usaha perikanan terutama yang mengalami musibah karena kematian ikan sementara jaring-jaring itu dijemur kembali," pungkas Jhunellis.

Seperti diketahui, jutaan ekor ikan di keramba milik puluhan petani lokal mati mendadak. Kematian massal ikan di perairan Danau Toba terjadi pada Rabu (22/8/18). Perisitiwa matinya jutaan ikan di perairan Danau Toba bukan pertama kali terjadi. Bahkan, kematian massal ikan di Danau Toba sudah berulang-ulang. Tercatat pada 2004 ikan mati massal di kawasan Haranggaol karena virus herves koi. Lalu, pada Mei 2016, lebih dari 1.000 ton ikan mati, tetapi diinformasikan bukan karena penyakit. Pada awal 2017 juga terjadi kematian massal ikan di kawasan Tongging dan Silalahi.(hdr)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html