loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Rumah Pintar TPA Terjun Diresmikan, Lahirkan Pemulung Berijazah

Tim Redaksi: Kamis, 12 April 2018 | 17:30 WIB


Setahun lebih sudah berdiri Rumah Pintar yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun.

Sarana tempat belajar dijadikan tempat menimba ilmu, akhirnya resmi berdiri di tengah-tengah tumpukan sampah yang beralamat di Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (12/4/2018).

Kehadiran Rumah Pintar TPA Terjun binaan dari Bhayangkara Pembinaan Keamanan Penertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Medan Labuhan telah melahirkan kalangan pemulung dan warga tak mampu memperoleh ijazah setara sekolah umum.

Acara peresmian Rumah Pintar TPA Terjun dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan yang diwakili Kasat Sabhara, AKP Justar Purba, Camat Medan Marelan, T Chairunizza, pendiri Rumah Pintar TPA Terjun, Kompol H Yasir Ahmadi, Dinas Pendidikan Kota Medan, Dinas Kebersihan Kota Medan serta seluruh unsur Muspika dan undangan.

Dalam kesempatannya, Pendiri Rumah Pintar TPA Terjun, Kompol H Yasir Ahmadi mengatakan, ‎dirinya mengucapkan terima kasih dan syukur atas diresmikannya Rumah Pintar TPA Terjun. Setelah setahun lebih, mampu menghasilkan produksi orang pintar bagi pemulung dan warga tak mampu.

Harapannya, dengan keberadaan Rumah Pintar TPA Terjun, mampu menghasilkan generasi yang cerdan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Kehadiran Rumah Pintar TPA Terjun binaan dari Bhabinkamtibmas Polsek Medan Labuhan, muncul dari niat dan kerjasama dari berbagai pihak, untuk bisa mengajak para pemulung untuk bisa belajar memperoleh pendidikan yang lebih baik.

"Ini berdiri semasa saya menjabat sebagai Kapolsek Medan Labuhan. Kita tahu, pendidikan itu mahal, dengan adanya Rumah Pintar TPA Terjun, dapat dijadikan sebagai sarana untuk belajar, bahkan pada peresmian ini, kita sudah melahirkan 10 siswa yang lulus ujian paket C," sebut Yasir. 

Ditegaskan perwira yang kini menjabat sebagai Kapolsek Patumbak ini, ‎kepada siswa-siswi lulusan dari Rumah Pintar TPA Terjun, sudah bisa memanfaatkan ijazah untuk bekerja yang lebih layak atau menempuh pendidikan yang lebih tinggi.  ‎

"Kita berharap, kepada pemulung dan warga yang tak mampu, untuk dapat memanfaatkan Rumah Pintar TPA Terjun sebagai sarana pendidikan, tidak ada alasan untuk mau belajar karena biaya, rumah pintar ini kita bangun untuk masyarakat yang tidak mampu," sebut Yasir.

Disisi lain, mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan melalui Kasat Sabhara, AKP Justar Purba mengaku sangat senang dengan adanya Rumah Pintar TPA Terjun, karena bisa menjadikan sebagai tempat orang - orang tak mampu untuk bisa menimba ilmu.

Bahkan, perwira berpangkat tiga balok emas ini mengucapkan terima kasih kepada staf pengajar yang mendukung Bhabinkamtibmas Terjun untuk mengajar para pemulung dan warga tak mampu.

"Ini suatu pengabdian yang luar biasa, kita perlu ketahui, jasa para pengajar ini sangat baik bagi mereka-mereka yang bisa memperoleh ilmu, percayalah, semua kebaikan akan diperoleh juga kebaikan. Terima kasih saya ucapkan kepada guru - guru yang ada di rumah pintar," cetus Justar.

Sementara itu, Aiptu Amril selaku Kepala Sekolah Rumah Pintar TPA Terjun mengatakan, mereka telah meluluskan 10 siswa - siswi lulusan paket C, mereka yang lulus merupakan binaan dari Rumah Pintar TPA Terjun.

Dengan diresmikannya Rumah Pintar TPA Terjun, dapat memotivasi mereka untuk mendorong dan mendukung sarana belajar bagi pemulung‎ dan warga tak mampu di Marelan.

"Saat ini, kami sudah memiliki siswa dan siswi sebanyak 68 orang, ‎diantaranya sebanyak 30 orang akan ikut lagi ujian paket C, semoga ini terus berkembang demi mencerdaskan anak bangsa," kata Amril. 

Acara peresmian Rumah Pintar TPA Terjun diisi dengan pemberian ijazah paket C kepada 10 siswa yang telah lulus, selanjutnya acara makan bersama dengan seluruh undangan.

"Kami bersyukur, hari ini kami sudah ada ijazah, kami bisa bekerja yang layak setara dengan ijazah SMA. Kami tidak lupa akan jasa dari rumah pintar ini, semoga teman - teman lain bisa merasakan seperti kami rasakan," ungkap salah satu siswi, Wulandari. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html