Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Nias Sekhiatulo Laoli: Dibalik Bencana Ada Berkah..

Tim Redaksi: Jumat, 27 April 2018 | 18:40 WIB


Bupati Nias Sekhiatulo Laoli menjadi salah seorang narasumber pada diskusi publik yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Nias Indonesia (IPNI) di Gedung Juang' 45 Jakarta, Kamis (27/4/2018).

IPNI adalah sebuah organisasi kepemudaan yang merupakan salah satu wadah untuk menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat bagi pemuda pemudi Nias di seluruh Indonesia.

Diskusi publik (Bincang-Bincang IPNI) dengan tema “Refleksi Tiga Belas Tahun Gempa Nias dan Peran Organisasi Kepemudaan Nias”, Bupati Nias sebagai nara sumber membawakan topik “Perspektif Pemerintah dalam Pembangunan Nias Pasca 13 Tahun Gempa Nias: Capaian dan Rencana pembangunannya".

Diskusi publik tersebut diikuti oleh Ilham Medrofa, Sp. MM, Jaya Putra Zega, SH, MH, C. L. A, Dermawati Harefa, Fenueli Zalukhu, Etis Nehe dan sejumlah organisasi kepemudaan seperti HIMNI, Himanira, Himasgo, PPN, GPNP, GPKN, Ikaoni UKI, pemuda BNKP jakarta, BPPPKN, GMPS dan Sekolah kader eukumenis nasionalis.     

"Meskipun kita berduka atas banyaknya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan namun kita juga harus mengakui bahwa dengan terjadinya gempa tersebut menjadikan dunia luar dengan beberapa lembaga/organisasi baik pemerintah maupun NGO melihat dan mengunjungi Nias dengan berbagai bantuan," ujar Bupati.

"Melalui BRR dan beberapa NGO, Nias dibangun kembali dan sekarang manfaatnya sudah dinikmati oleh masyarakat kepulauan Nias," lanjutnya.

Selain itu, saat ini Pemkab Nias sedang fokus dalam melaksanakan visi dan misi Pemkab Nias yaitu membangun infrastruktur dan prasarana fisik wilayah secara merata dan berwawasan lingkungan, meningkatkan kualitas hidup dan daya saing masyarakat, membangun perekonomian daerah yang berbasis pada ekonomi kerakyatan secara merata dan berkeadilan, menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan birokrasi yang melayani dan profesional, menata kehidupan sosial kemasyarakatan yang berbudaya, religius dan taat hukum.

Misi diatas diterjemahkan dalam bentuk,  antara lain, pengurangan jumlah desa terisolir, pembangunan kanror SKPD, pengadaan pembangkit listrik tenaga surya, peningkatan status RSUD menjadi RS rujukan regional, ketersediaan Puskesmas di tiap kecamatan, pemberian santunan kematian kepada masyarakat miskin, program beasiswa kepada siswa/mahasiswa berprestasi, mendorong dan memfasilitasi peningkatan pembangunan bandara binaka serta pembangunan tower transmisi 70 kv.(Emanuel Hia)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait