Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pembebasan Lahan Jalur Lahar Dingin Belum Rampung Akibat Belum Ada Kompensasi

Tim Redaksi: Rabu, 28 Februari 2018 | 17:06 WIB



Kepala badan penanggulangam Nasional Bencana (BNPB) Willem Rampangilei didampingi Deputi bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Masmun Yan Manggesa, Wagubsu H Nurhazijah Marpaung, staf tenaga Kepresidenan Roi Abimanyu, Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB Ir.Harmensyah SE,MM, Kepala BPBD provsu Riadil Lubis, berkunjung ke wilayah kecamatan Tiga Nderket Kabupaten Karo, Rabu (28/2/2028) sekira pukul 08.30 wib.

Rombongan kepala BNPB datangi jembatan Lau Borus dekat simpang Desa Perbaji Kecamatan Tiga Nderket. Kedatangan rombongan Kepala BNPB itu disambut oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Ibu Wakil Bupati Karo Sriwaty Br Sebayang, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu.
Di lokasi tersebut, Kepala BNPB berhenti sejenak meninjau pembangunan Sabo Dam, dan sekaligus mengecek kendala PT PP yang mengerjakan Sabo dam tersebut.

Selanjutnya, Rombongan menuju jembatan satu desa Sukatendel jalur lahar dingin, di lokasi Willem Rampangilei tatap muka dan langsung mengadakan dialog dengan PT Berantas yang membangun Sabo Dam di Sukatendel. Saat dialog, pekerja karyawan PT Berantas mengeluhkan kepada Willem Rampangilei terkait pembebasan lahan yang dibangun PT Berantas Sabodam itu.

Menanggapi adanya keluhan dalam pembangunan Sabo Dam itu, Kepala BNPB menyikapi dan menyampaikan agar pihak kepada Desa Sukatendel, Camat Tiga nderket, dengan dibantu dansatgas Bencana yaitu Pak Dandim, Pak Kapolres serta BPBD Karo agar secepatnya fasilitasi pembebasan lahan.

"Dalam waktu dekat ini saya sudah menerima hasil keputusan mengenai pembebasan lahan, jika ada kompensasi maupun ganti rugi, silahkan bicarakan, dengan PT Berantas," ujarnya.

Sementara, Kades Sukatendel Dewanto perangin angin, mengatakan lahan belum terbebaskan karena ada lebih kurang 60 orang pemilik tanah belum menerima kompensasi dalam bentuk uang dari pihak PT berantas.

“Pak BNPB atas nama warga sukatendel kami ingin mengusulkan terkait beko alat berat agar ditambah sebanyak 4 unit lagi dan disiagakan di dekat jembatan, untuk antisipasi lahar dingin dipakai lahar dingin, kedua tolong kami warga berikan bantuan berupa bibit pertanian, sembako agar terbantu beban hidup warga sukatendel," ucap Dewanto sebelum rombongan kepala BNPB meninggalkan lokasi jembatan sukatendel.

Willem Rampangilei memutuskan untuk menyediakan empat unit beko tambahan untuk disiagakan.”Nanti keempat Beko yang kita sewa itu dananya diambil dari dana siap pakai (DSP), terkait permintaan bantuan bibit, sembako dll akan kita bicarakan lebih lanjut," tutupnya. 

Rombongan kepala BNPB dan Bupati Karo sebelum bertolak ke kantor Bupati guna merapatkan hasil peninjauan dilapangan dalam rangka penanganan dampak erupsi sinabung, menyempatkan waktu menyambangi Huntara 3 Desa Kutatengah di Desa Ndokum Siroga dan pemukiman Huntap Desa Berastepu di Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, selanjutnya bertolak ke Kantor Bupati Karo langsung lakukan agenda Rapat, tentang adanya persoalan yang diterima mengenai pembebasan lahan, beko, air, listrik dan sembako.

Setelah selesai rapat diperkirakan habis makan siang, rombongan kepala BNPB bertolak ke Medan.

Terlihat hadir dalam Kunker kepala BNPB saat meninjau lapangan Asisten 1 Pemerintahan Kabupaten Karo Suang Karo Karo, Kalak BPBD Karo Ir.Martin Sitepu, Kepala Bappeda Nasib Sianturi MSi, Kadis PU PR Ir Paten purba, Kadis Pertanian Sarjana purba STP, MM, Camat Tiga Nderket Sukur brahmana, Camat simpang empat Amsah Perangin angin dan segenap muspika Kacamatan Tiga nderket serta muspika Simpang Empat. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait