Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Seorang Pria Paruh Baya Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Tim Redaksi: Jumat, 12 Januari 2018 | 09:26 WIB


Diduga tak tahan menahan penyakit yang dideritanya seorang peria paruh baya warga Dusun keluarga Desa Bukit Tiga Kecamatan Birem Bayeun akhiri hidupnya dengan gantung diri, kamis (11/1/2017).

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa, Sik melalui Kapolsek Birem Bayuen, Iptu Imran SE menjelaskan kepada wartawan dimana saksi anak kandung korban yang berinisial DG ,19 tahun, IRT, pulang kerumah dari rumah tetangga untuk  memberi makan Ibu kandung nya yang mengalami sakit strok dan kebutaan.

Kemudian pada saat sedang memberi makan ibunya, DG mendengar HP miliknya berdering  lalu menuju kekamar miliknya yang bersebelahan dengan kamar ayahnya korban berinisial T, 50 tahun,Tani, Dusun keluarga Desa Bukit Tiga Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur.

Tanpa sengaja DG membuka tirai pintu kamar ayahnya dan betapa terkejutnya DG ketika melihat korban ayahnya T sudah tergantung di kayu plafon dengan menggunakan slang air bangunan warna putih dengan ukuran Lk 0.5 inch dengan Kondisi lehernya  tergantung.

Sontak DG pun langsung berlari keluar rumah memanggil suaminya yang berinisial M pada saat itu berada di rumah tetangganya yang baru saja pulang kerja.

Kemudian DG dan M pulang kerumah untuk menurunkan mayat orang tuanya, selanjutnya saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangganya dan perangkat desa sehingga diteruskan ke Polsek Birem Bayeun dan unit identifikasi Polres Langsa.

Setibanya anggota Polsek dan unit identifikasi langsung dilakukan olah TKP untuk hasil sementara bahwa korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan di tubuh Korban.

Dari keterangan keluarga korban bahwa korban 2 bulan yang Lalu sudah pernah Mencoba Melakukan Upaya Bunuh diri dengan meminum Racun Serangga merek Alika namun masih dapat di selamatkan keluarga, korban juga mengatakan kalau korban juga sedang mengalami sakit kronis lebih kurang sudah 5 Tahun.

Kapolsek Birem Bayeun Iptu Imran, SE menerangkan kalau pihak keluarga korban tidak mau jasad orang tuanya di visum dan selanjutnya akan segera di kebumikan. (syaf).

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait