Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Paslon Ini Bakal Jadi Peserta Tunggal di Pilkada Paluta

Tim Redaksi: Minggu, 07 Januari 2018 | 19:33 WIB




Fenomena calon tunggal pasangan kepala daerah dalam ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, Pragmatisme partai politik (Parpol) memilih calon petahana (incumbent) dinilai akan menutup peluang munculnya calon alternatif.


Tahapan pilkada 2018 sendiri saat ini sudah mulai memasuki masa pengumuman pendaftaran pasangan calon besok Senin (08/01/2018), Namun nuansa akan munculnya satu pasangan calon di Kabupaten Padang Lawas Utara mulai menyeruak. Hal ini terlihat dari keinginan partai politik yang beramai-ramai mendukung hanya satu pasangan calon dan tidak menyisakan ruang munculnya calon lain.

Hal itu disampaikan AMR Siregar selaku Simpatisan bakal calon tunggal Andar Amin Harahap SSTP MSi berpasangan dengan H.Hariro Harahap saat dihubungi via seluler Minggu (07/01/2018)


Calon petahana dinilai lebih mempunyai peluang besar untuk menang. Mereka biasanya mempunyai tingkat popularitas tinggi dengan dukungan logistik kuat.  Kata Siregar.


Tokoh pemuda pemula pemilu Padang Lawas Utara Ahmad Gontar Arrasyd Harahap saat di temui di kediamannya di Gunungtua minggu (07/01/2018) mengaku tidak bisa berbuat banyak apabila muncul calon tunggal di dalam penyelenggaraan pilkada Padang Lawas Utara yakni Andar Amin Harahap SSTP MSi berpasangan dengan H.Hariro Harahap.


Gontar mengatakan antara calon petahana dengan tidak, pengawasan dilakukan secara setara. Meski demikian untuk petahana ada perhatian khusus terutama berkaitan dengan kekuasaannya  yang dipimpinnya,salah satunya aparatur sipil negara (ASN).


"Karena apa,incumbent ini punya jejaring yang sudah mapan di Padang Lawas Utara," ujar Gontar.


Meski begitu, menurut Gontar juga tidak dapat menindak seseorang selama yang bersangkutan belum menjadi terdaftar sebagai pasangan calon atau telah mengikuti tahapan pencalonan yang telah diatur dalam UU.


pihak Panwaslu juga menurut gontar hanya dapat memberikan imbauan agar bakal calon tidak menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan dari proses pencalonannya nanti. kata gontar (GNP)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait