Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

2 Kelompok Tani di Palas Siap Panen Padi Sawah

Tim Redaksi: Rabu, 31 Januari 2018 | 14:38 WIB


Sejumlah anggota petani yang tergabung dalam dua kelompok tani (Poktan), masing-masing Poktan Harapan Maju dan Poktan Maju Bersama Desa Roburan, Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas) saat ini sedang menunggu hari untuk proses panen padi sawah.

"Luas lahan padi sawah yang dikelola sebanyak 42 orang petani di dua poktan ini seluas 30 hektare. Menggunakan jenis benih padi sawah yang ditanam varietas mekongga dan varietas galur," ujar Ketua Poktan Harapan Maju, Rusli Pasaribu didampingi Kepala Desa Roburan, Soleman Pasaribu, Rabu (31/1/2018).

Dikatakannya, jadwal tanam padi sawah ini dilaksanakan pada musim tanam tanggal 25 nopember 2017 lalu, diprediksikan akan dipanen pada Hari Kamis, tanggal 8 februari 2018.

Jenis benih padi varietas mekongga ini, diperoleh petani dari bantuan Dinas Pertanian Palas. Kalau jenis benih padi varietas galur kabir 07 itu, dibeli sendiri oleh petani sebagai percontohan pertanaman padi sawah di daerah Palas ini.

"Kedua jenis varietas padi sawah yang ditanam ini, merupakan jenis padi sawah yang siap panen setelah ditanam selama 100 sampai 105 hari tanam," jelasnya.

Biasanya, produktifitas dari kedua jenis varietas padi sawah ini mampu menghasilkan produksi padi sebanyak 6,5-7 ton perhektare.

"Dengan pertumbuhan padi yang cukup baik dan terbebas dari hama tikus, burung dab penyakit blash. Kami prediksikan hasil panennya padi sawah ini bisa lebih meningkat," terangnya.

Kedua poktan padi sawah ini, lanjutnya, rutin bertanam padi sawah untuk kebutuhan konsumsi keluarga dan sebagain hasil panen padinya dijual ke masyarakat. "Harga jual padi sawah di sini masih terbilang murah yakni hanya sebesar Rp 5.000 perkilonya," katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Roburan, Soleman Pasaribu menyatakan, dengan rutinitas masyarakat di desa ini yang bertanam padi sawah tentu sangat membantu dalam segi ekonomi pendapatan masyarakat dan pembangunan di desa.

"Hasil panen padi, sebagian dijual dan sebagian untuk konsumsi keluarga. Dengan adanya kegiatan pertanaman padi sawah ini, tahun 2017 lalu, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Palas melakukan kegiatan pembangunan jalan usaha tani, untuk membantu petani menuju akses pertanian," ungkapnya.

Namun, pihaknya berharap kiranya pemerintah dapat membantu petani padi sawah di sini, agar harga jual padi sawah dapat ditingkatkan minimal harga jualnya di atas Rp 6.000/kilogram. (pls-1) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait