TAPTENG | Penanganan kasus meninggalnya Kurniawan Zendrato terus menjadi perhatian publik. Sejumlah keterangan saksi mulai disampaikan kepada penyidik untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Kurniawan ditemukan meninggal dunia.
Sebelum memberikan keterangan kepada penyidik, pihak keluarga terlebih dahulu mendatangi Mapolsek untuk meminta izin menjemput jenazah almarhum di RSUD Pandan.
Saat berada di Mapolsek, keluarga bertepatan bertemu dengan Noverius Gulo, warga Kelurahan Ampolu, Lingkungan II yang diketahui telah lebih dahulu berada di lokasi untuk memenuhi permintaan penyidik dalam rangka memberikan keterangan terkait penanganan perkara tersebut.
Informasi tersebut dikonfirmasi kru Metro-online.co di lokasi pada Senin (10/8/2026) siang.
Setelah itu, keluarga menuju RSUD Pandan untuk menjemput jenazah Kurniawan Zendrato. Sebelum jenazah diserahkan, terlebih dahulu dilakukan proses administrasi dan serah terima antara pihak rumah sakit dengan keluarga. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh perwakilan Kepolisian Sektor Sibabangun yang diwakili Kanit Polsek Sibabangun sebagai bagian dari prosedur penanganan perkara.
Setelah seluruh proses selesai, jenazah Kurniawan dibawa ke rumah abang kandungnya untuk disemayamkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, almarhum dijadwalkan dimakamkan oleh pihak keluarga bersama masyarakat setempat sesuai tata cara agama dan adat pada Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Noverius Gulo menyampaikan kepada penyidik mengenai kronologi yang menurut pengakuannya terjadi sebelum Kurniawan dikejar.
Menurut keterangan Noverius, persoalan tersebut bermula ketika Kurniawan diduga mengambil buah kelapa sawit milik perusahaan. Namun, menurut informasi yang disampaikannya, buah tersebut disebut telah berada di luar wilayah perusahaan ketika kemudian terjadi pertemuan dengan sejumlah orang.
Noverius menyebut, pada saat itu terdapat empat orang di lokasi, terdiri dari dua orang yang disebut sebagai petugas keamanan (security) dan dua orang warga yang diketahui masih memiliki hubungan saudara.
Dalam situasi tersebut, menurut keterangan yang disampaikan saksi, pihak Kurniawan disebut mengakui perbuatannya dan menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas pengambilan buah tersebut.
Namun, situasi kemudian disebut berubah setelah salah seorang dari empat orang tersebut diduga mengeluarkan atau mencabut parang yang dibawanya dan mengancam Kurniawan.
Setelah adanya dugaan ancaman tersebut, Kurniawan disebut kemudian berlari dan dikejar oleh beberapa orang.
Noverius menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi setelah Kurniawan berlari dan pengejaran berlangsung.
“Kalau masalah almarhum mengambil buah perusahaan, hasilnya sudah di luar dari wilayah perusahaan. Tiba-tiba datang dua orang security dan dua orang warga yang juga bersaudara. Saat itu pihak almarhum mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun, salah satu dari empat orang tersebut diduga mengancam dengan mencabut parang. Akhirnya almarhum lari, setelah itu kami sudah tidak tahu lagi,” katanya.
Keterangan mengenai dugaan ancaman dengan senjata tajam dan pengejaran tersebut kini menjadi bagian dari informasi yang telah disampaikan kepada penyidik dan masih memerlukan pendalaman serta verifikasi lebih lanjut.
Keterangan serupa juga disebut terdapat dalam penuturan pihak keluarga. Istri abang kandung almarhum menyampaikan bahwa sebelum Kurniawan tidak lagi terlihat, terjadi dugaan ancaman dengan senjata tajam yang kemudian diikuti pengejaran.
Menurut keterangan tersebut, beberapa waktu setelah pengejaran berlangsung, orang-orang yang sebelumnya disebut berada di lokasi kembali dalam kondisi pakaian basah.
Ketika pihak keluarga menanyakan keberadaan Kurniawan, menurut keterangan yang diterima keluarga, mereka menjawab, adik mereka menyeberang dan sudah mau sampai di tepi.
Pernyataan tersebut kini menjadi salah satu bagian dari keterangan saksi yang telah disampaikan kepada penyidik dan masih didalami untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Di sisi lain, hingga jenazah diserahkan kepada keluarga, hasil visum maupun pemeriksaan medis belum dapat disampaikan kepada publik.
Saat dikonfirmasi kru Metro-online.co di RSUD Pandan, pihak dokter menyampaikan bahwa informasi mengenai hasil pemeriksaan medis masih akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak kepolisian.
“Kami akan saling berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujar pihak dokter saat dimintai konfirmasi mengenai hasil pemeriksaan medis.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta penyebab pasti meninggalnya Kurniawan Zendrato.
Seluruh keterangan yang disampaikan para saksi, termasuk Noverius Gulo dan pihak keluarga almarhum, masih merupakan bagian dari proses penyelidikan dan akan diuji bersama alat bukti, hasil pemeriksaan medis, serta keterangan pihak-pihak lainnya.
Karena proses hukum masih berlangsung, seluruh dugaan maupun keterangan yang muncul dalam perkara ini tetap perlu ditempatkan sebagai informasi yang masih dalam tahap pendalaman dan belum merupakan kesimpulan hukum.
Pihak keluarga berharap proses penanganan perkara dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan tuntas sehingga seluruh fakta terkait peristiwa tersebut dapat terungkap sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(YAS/REM)

