![]() |
| Bupati Taput Jonius Taripar Hutabarat audensi dengan Mendikdasmen RI Prof Dr Abdul Mu'ti MEd di Jakarta. (mol/kmnfo) |
Dalam pertemuan tersebut, Jonius melaporkan perkembangan penanganan sarana pendidikan yang terdampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara. Pemkab Taput menyampaikan sebanyak 27 unit sekolah telah selesai direvitalisasi sebagai bagian dari upaya mengembalikan fasilitas belajar yang aman dan layak bagi peserta didik.
Selain melakukan rehabilitasi, Pemkab Taput juga mengambil langkah mitigasi terhadap sekolah yang berada di kawasan rawan bencana. Salah satunya dengan merelokasi satu unit sekolah di Desa Sibalanga ke lokasi yang dinilai lebih aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Namun, pekerjaan pemulihan belum berhenti. Untuk mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan, Jonius juga menyerahkan proposal revitalisasi 25 sekolah tambahan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Audiensi itu sekaligus dimanfaatkan Jonius untuk mengundang Mendikdasmen menghadiri dan membuka secara resmi Rakernas V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia yang akan digelar di Tarutung. Menteri juga diharapkan dapat meninjau sejumlah sekolah yang telah selesai direvitalisasi.
Bupati dan Wakil Bupati Taput hadir bersama Ketua Umum Panitia Rakernas V MPK di Indonesia Dr RE Nainggolan MM beserta jajaran pengurus pusat.
Tidak hanya ke Kemendikdasmen, rombongan Pemkab Taput juga melanjutkan agenda audiensi ke Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Taput mengundang Dirjen Bimas Kristen untuk menjadi pembicara utama sekaligus menutup rangkaian Rakernas V MPK di Tarutung.
Pemkab Taput juga menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung. Sinergi pendidikan tinggi keagamaan Kristen dinilai penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Pemkab Taput turut mendorong agar perguruan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia dapat semakin terintegrasi dalam wadah MPK, sehingga tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan mutu SDM.
Langkah Bupati dan Wakil Bupati Taput tersebut menunjukkan bahwa penanganan pendidikan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui diplomasi dan penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Di sisi lain, kesiapan Tarutung menjadi tuan rumah Rakernas V MPK menjadi momentum bagi Tapanuli Utara untuk memperkuat posisinya sebagai daerah yang aktif dalam agenda pendidikan dan keagamaan berskala nasional. (as/as)

