Bawaslu Sumut Hadirkan 3 Pakar di Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif kepada Stakeholder

Sebarkan:

 



Ketiga pakar dipandu moderator Edward Bangun (kiri). (MOL/ROBERTS)



MEDAN | Sebanyak 3 pakar dihadirkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Sumatera Utara (Bawaslu Sumut) pada Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif kepada Stakeholder, Kamis (22/12/2022) di Hotel Radisson Medan.


Yakni Dr Janpatar Simamora, juga Dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Dr Faisal Ansri Mahrawa SIP MSi (dosen Fisip Universitas Sumatera Utara / USU dan Drs Jonner Pangaribuan MBA (dosen Unika St Thomas.


Sebelum memberikan paparan, Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia Maret 2020 lalu bukan hanya berdampak pada sendi-sendi perekonomian, sosial budaya, agama dan lainnya.


"Warga bekerja dan bahkan beribadah di rumah. Tapi juga berdampak pada perjalanan demokrasi, khususnya di Tanah Air. Tersusupi kampanye hitam, politik identitas, berita hoaks, ujaran kebencian yang bisa saja mematikan kehidupan demokrasi di Indonesia.


Kami menyadari pentingnya peran rekan-rekan dari media mampu memberikan pencerahan, mengedukasi publik dalam berdemokrasi. Tangan kami tidak cukup panjang menggapai kejadian-kejadian di lapangan. 


Pandangan kami juga tidak cukup jauh melihat kejadian apa yang rawan di balik bukit dan gunung. Namun kami yakin teman-teman media mampu menelusuri momen itu. Media mampu menetralisir disinformasi yang menjunjung tinggi etika profesi," urai Suhadi Sukendar.


Menurutnya tahun 2023 yang tinggal hitungan hari merupakan tahun politik yang intensitasnya semakin tinggi. Untuk itu dia mengajak kalangan media dan semua pihak menyatukan derap langkah untuk melakukan pengawasan tahapan-tahapan pemilu.


"Bawaslu Sumut tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran aktif media. Sebaliknya bersama media, Bawaslu mampu mengaktualisasikan diri sebagaimana Mars Bawaslu. Bersama rakyat awasi pemilu. Bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu. Rakyat dimaksud adalah kita semua," tegasnya.


Urgen


Dipandu moderator Edward Bangun, Janpatar Simamora dalam sosialisasi tersebut mengatakan, kehidupan demokrasi di Tanah Air masih banyak kekurangan dan terus berdinamika. Namun hal itu tidak lantas bangsa yang dikenal dengan keheterogenannya ini pesimis.


Hal itu merupakan proses menuju kematangan demokrasi. Informasi yang kerap berseliweran di media sosial (medsos) misalnya, seharusnya bukan merupakan bahan kajian di publik karena dianggap sebuah kebohongan. Bukan tidak mungkin juga masyarakat akan menelan bulat-bulat informasi itu


"Teman-teman media punya peran begitu urgen berhasil tidaknya membangun demokrasi," tegasnya.


Depan Mata


Sementara Faisal Ansri Mahrawa SIP MSi mengatakan, Pemilu 2024 sudah di depan mata. Yakni perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024.


Pelaksanaan tahapan-tahapan Pemilu pun semakin intens. Termasuk verifikasi dan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 yang baru-baru ini diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).


"Saya tidak meragukan pentingnya peran teman-teman di sini bergandengan tangan bersama Bawaslu Sumut dan stakeholder lainnya untuk melakukan fungsi pengawasan sekaligus suksesnya perhelatan pemilu yang digelar sekali 5 tahun," pungkasnya. (ROBERTS)






Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini