3,5 Tahun Buron, Direktur PT DUS Sidang Perdana Korupsi Pembangunan Pasar Waserda Dolokmasihul

Sebarkan:

 



Tim JPU pada Kejari Sergai saat membacakan surat dakwaan yang diikuti terdakwa secara virtual di Pengadilan Tipikor Medan. (MOL/ROBERTS)





MEDAN | Setelah sempat menjadi buronan selama 3,5 tahun, Direktur PT Duta Utama Sejahtera (DUS) M Umbar Santoso alias Cecep akhirnya menjalani sidang perdana korupsi terkait pembangunan Pasar Warung Serba Ada (Waserda) di Kecamatan Dolokmasihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).


Terdakwa dihadirkan secara virtual, Senin (6/6/2022) di Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan dengan agenda mendengarkan dakwaan dari tim JPU pada Kejari Sergai.


Ardiansyah Hasibuan didampingi Darwin Silaban menguraikan, PT DUS merupakan rekanan pemenang tender pada pembangunan Pasar Waserda Dolok Masihul dengan total pagu anggaran Rp3,3 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sergai TA 2008. 


Belakangan diketahui pekerjaan pembangunan pasar tersebut tidak sesuai kontrak. Berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Sumut kerugian negara mencapai Rp208.669.835.92.


Dalam perkara korupsi tersebut mantan Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sergai Aliman Saragih lebih dulu disidangkan juga di Pengadilan Tipikor Medan dan sudah menjalani masa hukuman.


Tersangka MUS dijerat dengan dakwaan primair, pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. 


Subsidair, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.



Majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan. (MOL/ROBERTS)



Usai pembacaan surat dakwaan, hakim ketua Immanuel Tarigan didampingi anggota majelis Eliwarti dan Rurita Ningrum pun menanyakan apakah penasihat hukum (PH) terdakwa Intan Manullang, apakah menyampaikan nota keberatan atau tidak.


"Kalau memang begitu, persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi minggu depan," pungkasnya.


DPO


Diberitakan sebelumnya, terdakwa dengan alamat terakhir di Jalan Tangguk Bongkar II, Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai tersebut ditetapkan DPO sejak Agustus 2018 lalu. Dikarenakan sudah 3 kali dipanggil secara patut, akan tetapi tersangka tidak pernah hadir.


Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Rabu petang (2/2/2022) lalu berhasil mengamankan M Umbar Santoso (MUS) dari rumahnya di bilangan Komplek Perumahan Graha Banguntapan, Kelurahan Jambidan, Kecamatan Banguntapan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan tidak ada perlawanan. (ROBERTS)







Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini