Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tak Dapat Bantuan Covid-19, Emak-emak Geruduk Kantor Kades

Tim Redaksi: Senin, 11 Mei 2020 | 19:44 WIB

GERUDUK: Puluhan emak-emak yang unjuk rasa di kantor desa.

LABUHAN BATU-Puluhan warga yang didominasi emak-emak di Suka Makmur geruduk kantor kepala Desa Linggahara Baru, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu pada Senin (11/5/2020) .

Kedatangan emak-emak ini menuntut kejelasan dan realisasi janji pemberian bantuan bagi warga miskin yang terdampak COVID-19.

Br Regar, salah seorang warga mengatakan kedatangannya bersama emak-emak yang lain untuk meminta kejelasan dan tranparansi dari pihak desa, terkait data dan pencairan dana kompensasi warga terdampak COVID-19.

Ia memprotes karena namanya tidak tercantum dalam daftar tersebut dan banyak warga yang miskin, janda, yatim piatu yang tidak pernah dapat bantuan dalam bentuk apapun.


"Saya pengen tahu judul-judulannya, orang lain diminta data dan dapat bantuan, kenapa saya enggak. Kami yang miskin tak dapat, sedangkan warga yang hidupnya mapan dapat. Bagaimana kalian menatanya, banyak di tempat kami warga miskin, yatim, janda tak pernah dapat bantuan," ujarnya dengan nada tinggi. 

Adu mulut antara para emak emak dengan kepala desa, Babinkamtibmas dan Babinsa ini terjadi.

Mereka protes lantaran pendataan penerima bantuan warga miskin terdampak COVID-19 dinilai tidak merata dan kurang transparan hingga memicu kecemburuan.

Para emak-emak meminta agar mereka dimasukkan dalam data warga penerima bantuan, kendati hingga kini bantuan dari pemerintah belum terealisasi.

"Saya juga sama warga terdampak, kenapa saya enggak dapat," jelasnya. 

Sementara Kepala Desa Tebing Linggahara Baru, Rusli mengatakan mengaku hanya akan menyalurkan bantuan berdasarkan data yang diterima, setelah dilakukan verifikasi dengan berbagai ketentuan.

Ia tidak dapat berbuat banyak karena tidak semua warga akan menerima bantuan. “Bantuan Rp600 ribu/ bulan yang akan disalurkan ke masyarakat ini adalah untuk warga yang terdampak covid-19, bagi warga yang sudah dapat PKH tidak dapat lagi program ini,” tuturnya. 

Tambahnya, warga yang protes hari ini akan jadi pertimbangan kita dan akan kita data untuk masuk ke data tunggu untuk program bantuan berikutnya.

Salah satu warga yang juga anggota LSM LPK Sumatera Utara, Abdulham Siregar menyampaikan kekecewaan kepada pihak apatur desa yang tidak transparan tentang pendataan warga yang seharusnya mendapatkan bantuan terdampak covid-19. 

“Ini malah yang mampu pula yang dapat dan setelah kami cek di data ternyata ada keluarga kepala dusun dan kepala desa yang mendapatkan bantuan padahal mereka mampu. Ini membuat kami kecewa terhadap aparatur desa yang tidak adil mendata warga yang mendapat bantuan ini,” ujarnya.

Setelah menyuarakan aksinya, emak emak ini pun bubar dengan kekecewaan tanpa mendapatkan keputusan yang mereka inginkan. (husin)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html