Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Miris, Ketika Baju Lebaran Lebih Penting Ketimbang Cegah Penyebaran Covid-19

Tim Redaksi: Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:28 WIB

Ketua Umum FKPP AU Muara Karta Simatupang.
MEDAN | Fenomena berbondong-bondongnya warga ke pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan di Jabodetabek dan berbagai daerah di Indonesia di masa pandemi Covid-19, beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri mendapatkan kritikan tajam.

Bercermin dari kasus tersebut Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri TNI AU (FKPP AU) Muara Karta Simatupang bahkan memprediksi kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 akan kembali meningkat tajam.

"Mencermati pemberitaan di media, miris kita menyaksikan potret warga yang terkesan lebih mementingkan baju Lebaran ketimbang mencegah mata rantai penyebaran Covid-19," urainya dalam pesan WhatsApp (WA), Sabtu (23/5/2020).

Belum lagi mencermati kasus memilukan lainnya di mana bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako maupun uang tunai yang diberikan pemerintah untuk warga terdampak Covid-19, justru mereka jual kembali demi membeli baju Lebaran anak-anaknya.

"Miris kan? Apa mereka sama sekali tidak takut mati karena Virus Corona dan lebih takut tidak bisa pakai baju Lebaran?" ungkap praktisi hukum senior ini.

Bertambah 634 Kasus

Padahal kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Berdasarkan data yang masuk hingga Jumat (22/5/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 634 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Dari perkembangan data kasus baru itu menyebabkan kini ada 20.796 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

"Banyaknya kerumunan massa tentu berpotensi menambah mata rantai kasus terinfeksi Covid-19. Di sisi lain imbauan pemerintah tentang physical dan social distancing hampir tiga bulan akan menjadi sia-sia," tegasnya.

Karta mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menahan diri untuk tidak keluar rumah alias di rumah saja, menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah apakah memang imbauan tersebut sudah bisa dicabut.

Setuju atau tidak, imbuh advokat alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tidak akan efektif bila hanya pemerintah dan stakeholder lainnya yang proaktif. Seluruh elemen masyarakat juga harus proaktif. Minimal mengikuti anjuran pemerintah.

"Pemerintah bersama seluruh stakeholder sedang mengerahkan tenaga dan fokus bagaimana menyelamatkan ekonomi rakyat. Di sisi lain berjuang keras bagaimana caranya agar Virus Corona hilang dari bumi Indonesia.

Mari kita menjadikan diri kita konsisten dengan physical, social distancing, pakai masker, hidup bersih, serta tidak lupa berjemur sambil berolahraga setiap pagi," pungkas Muara Karta. (™-ROBERTS)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html