Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

DPO 2017, Kejari Tebingtinggi Bekuk Buronan Kasus Korupsi

Tim Redaksi: Jumat, 08 Mei 2020 | 14:48 WIB

Samsul (kanan kemeja batik), tersangka korupsi terkait pembangunan tanggul Sungai Padang Tebingtinggi senilai Rp.1,5 milyar.
TEBINGTINGGI - Aksi Samsul, tersangka korupsi terkait pembangunan tanggul Sungai Sei Padang menghindar dari jeratan hukum sejak 2017 lalu berakhir sudah.

Setelah mengendus keberadaannya, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi, Kamis malam (7/5/2020) sekira 20.30 WIB berhasil membekuk tersangka dari kediamannya di Kota Tebingtinggi guna mempertanggungjawabkan kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.

Atas perintah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi Mustaqpirin SH MH, Kasi Pidsus Chandra Syahputra, SH, MH memimpin langsung penangkapan terhadap tersangka.

"Iya, tersangka tadi malam sudah kita amankan. Tidak ada perlawanan. Tersangka kooperatif," ujar Chandra ketika dihubungi via pesan singkat WhatsApp (WA), Jumat (9/5/2020).

Mengutip statement Kajari, imbuhnya, penangkapan terhadap tersangka Samsul sekaligus menuntaskan tunggakan perkara di Kejari Tebingtinggi.

Tersangka sejak tahun 2017 dinyatakan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejari Tebingtinggi karena berpindah-pindah dari dari tempat ke tempat lain.

Rekanan di lingkungan Pemko Tebingtinggi itu disangkakan pidana Pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Yakni secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp.200 juta rupiah dan paling banyak Rp.1 miliar.

"Kasus korupsinya terkait pembangunan tanggul Sungai Sei Padang Tebingtinggi senilai Rp.1,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Tebingtinggi TA 2013 lalu," ucap Chandra.

Tersangka juga sempat menjalani tes rapid (diagnosa awal) apakah terkena Covid-19 (Virus Corona) atau tidak. Setelah dinyatakan negatif, Samsul kemudian dititip ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tebingtinggi.

Tersangka secara simbolis diterima langsung salah seorang pejabat di Lapas Tebingtinggi, Heru SH dengan didampingi beberapa petugas yang saat itu berjaga.

Kasus dugaan korupsi terkait pembangunan tanggul tersebut sudah ditingkatkan ke tahapan penyidikan (dik) menyusul terbitnya Surat Perintah Penyidikan (Sprintdik) Nomor 04/N.2.14/Fd.1/06/2016 tertanggal 6 Juni 2016.

"Kerugian keuangan negara dalam perkara ini senilai Rp.150 juta. Sebelumnya 2 orang sudah dijadikan tersangka. Namun atas nama tersangka Muhammad Yusuf telah divonis di Pengadilan Tipikor Medan," urainya.

Dikatakan Chandra, perkara korupsi Muhammad Yusuf telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) tahun 2017 lalu. Muhammad Yusuf dinyatakan bersalah dan divonis pidana 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Sementara, tersangka Samsul sejak awal telah mangkir ketika dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Kejari Tebingtinggi. (RBS)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html