Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Banjir Masih Ancam Medan Utara, Pemko Harus Siapkan Blue Print

Tim Redaksi: Minggu, 17 Mei 2020 | 17:36 WIB

MEDAN - Banjir secara meluas kembali terjadi di Medan Utara. Akibatnya ribuan rumah tergenang banjir di 4 kecamatan meliputi Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan.

Hal ini membuktikan Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum mempunyai konsep serius dalam penanganan banjir di Kota Medan khususnya Medan Utara.

Demikianlah ditegaskan Tokoh Masyarakat Medan Utara, M Nasir, Minggu (17/5/2020).

"Sudah sekian tahun, setiap hujan pasti banjir mengancam Medan Utara. Mau sampai kapan begini, kita meminta agar Pemko Medan mempersiapkan blueprint atau langkah strategi menangani banjir," tegas Nasir.

Selama ini, konsep yang telah dijalankan dengan mengeruk drainase di seluruh kawasan dianggap tidak memberikan hasil maksimal dalam penanganan banjir. Untuk itu, blueprint-lah langkah tepat dalam mengatasi banjir dengan membuka dua sisi sungai di barat dan timur.

"Coba Pemko Medan serius, pasti banjir dapat teratasi. Kita ketahui di sisi timur ada Sungai Kera dan di sisi barat ada Sungai Bedera. Artinya kedua sungai ini bisa dimanfaatkan sebagai penyaluran air menuju ke muara. Tapi, sampai saat ini belum ada konsep yang jelas, makanya banjir terus mengancam," ungkap mantan anggota DPRD Medan ini.

Selain itu, Pemko Medan juga harus bisa bekerjasama dengan Pemkab Deliserdang untuk memanfaatkan kawasan resapan air yang dapat berintegritas air secara terpusat. Sehingga, anak sungai mampu menampung air di waktu hujan.

"Konsep ini harus segera dilakukan Pemko Medan dengan meminta kepada Pemprovsu dan Pemerintah Pusat untuk mendukung program tersebut. Mudah - mudahan ancaman banjir dapat teratasi," ucap Nasir.

Sementara, Anggota DPRD Kota Medan Sudari mengaku, persoalan banjir di Medan Utara sudah lama terjadi. Kebanjiran yang kerap terjadi berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat seperti iritasi kulit dam gatal-gatal.

"Kalau melihat musibah ini, karena minimnya kawasan resapan air akibat buruknya rencana tata ruang wilayah (RTRW). Selain itu juga, kita minta ini untuk dikaji ulang, kita minta Pemko harus punya konsep yang jelas menangani banjiir," kata senada diucapkan Sudari.

Politisi PAN ini menegaskan, persoalan banjir menjadi buah pokok pikiran bagi dewan dari Dapil II untuk memprioritaskan untuk mengatasi masalah banjir ini.

Ia berharap wakil rakyat dari Medan Utara bisa bergandeng tangan untuk menganggarkan APBD untuk menata RTRW khususnya masalah banjir di Medan Utara.

"Masalah banjir ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita akan ingin banjir ini dengan membuka resapan air, normalisasi sungai dan penanganan sampah secara tepat tidak dibuang ke aliran air. Langkah ini adalah yang tepat dengan mendukung adanya program kanalisasi," ungkap Sudari. (Mu-1)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html